Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ilustrasi./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang coblosan Pemilu 2019 pada 17 April, peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kulonprogo dalam mendeteksi ancaman keamanan dianggap perlu makin dioptimalkan.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo Budi Hartono menuturkan FKDM di Kulonprogo ada sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI No.2/2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah.
“Tujuannya mendorong stabilitas keamanan serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan khususnya saat ini dari gangguan keamanan menjelang Pemilu 2019,” paparnya, Senin (8/4/2019).
Bertempat di Aula Adikarto kompleks Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, kemarin FKDM Kulonprogo menggelar rapat koordinasi. Adanya rapat koordinasi ini untuk mendukung efektivitas, sinergitas dan keterpaduan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
Budi mengatakan peran FKDM di Kulonprogo perlu dioptimalkan. Tim FKDM terdiri dari perwakilan tiap kecamatan. Pada waktu-waktu menjelang Pemilu, FKDM bisa diandalkan dalam mewaspadai dan mencegah hal-hal yang mencederai proses demokrasi.
Tugas dari FKDM yaitu sebagai ujung tombak dalam pengumpulan informasi terkait potensi ancaman. FKDM akan mendeteksi sedini mungkin tiap ancaman di wilayahnya. FKDM juga dianggap mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Pasi Intel Kodim 0731 Kulonprogo, Lettu Inf Khabib Al Amin, mengatakan dalam kerjanya FKDM mengandalkan prinsip temu cepat dan lapor cepat. Ia menganggap peran FKDM sangat penting dalam mengantisipasi ancaman. “Harapannya [FKDM] dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah, khususnya dalam pengelolaan terhadap potensi ancaman di daerahnya,” ujar Khabib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.