Prakiraan Cuaca 23 September: DIY Belum Ada Tanda-tanda Hujan, Suhu Tembus 33 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Ibu-ibu mengikuti parade kain jumputan di Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja, Sabtu (13/4/2019). /Ist-Panitia.
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan ibu-ibu di Kampung Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja mengikuti kegiatan Parade Kain Jumputan dengan berkeliling di wilayahnya, Sabtu (13/4/2019) sore. Berawal dari ketidakpahaman soal jumputan, warga merintis secara mandiri dengan membuat kain jumputan hingga saat ini kampung tersebut menjadi pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kain jumputan.
Kegiatan parade tersebut dipusatkan di Jalan Soga, Tahunan atau di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara. Pegiat UMKM Kain Jumputan Kampung Tahunan Umbulharjo Hery Nur Widodo mengatakan, ia termasuk menjadi saksi mulai merintis sejak tujuh tahun silam. Hery mengajak warga untuk membuat jumputan hingga saat ini sebagian besar kepala keluarga (KK) memproduksi kain ini untuk dipasarkan.
“Awal dari sedikit, belajar membuat jumputan, sampai kemudian saat ini selama tujuh tahun berjalan menjadi pusat jumputan di Jogja,” katanya dalam keterangan persnya Sabtu (13/4/2019).
Ia mengatakan, pembuatan kian jumputan itu dilakukan dengan sistem per kelompok. Sedikitnya ada 100 ibu rumah tangga yang terlibat membuat kain jumputan. Penjualan kain ini sudah banyak dibeli konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. “Dalam sebulan itu, mendapatkan omzet sekitar Rp30 juta, kalau ada pesanan bisa lebih dari itu,” ucapnya.
Dalam parade tersebut, lanjutnya, para peserta yang seluruhnya merupakan ibu-ibu diminta mengenakan kain jumputan hasil karya mereka. “Semua RW terlibat, ada sekitar 2.000 ibu-ibu, antusiasmenya sangat besar,” ujarnya.
Hery mengatakan perajin berharap Pemkot Jogja yang akan merevisi aturan penggunaan kain produk lokal sebagai seragam, bisa membeli kain jumputan dari kampung Tahunan. “Informasinya Pemkot akan memasukkan aturan dua seragam dari kain lokal, semoga saja nanti belinya di sini,” katanya.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pihaknya akan mengupayakan ke pemerintah pusat agar memberikan perhatian kepada warga Tahunan, Umbulharjo. Menurutnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan ibu-ibu di Tahunan melalui pembuatan kain jumputan ini bisa menjadi contoh bagi perkampungan lain di Indonesia.
“Bahkan setelah saya amati, limbah produksinya juga dikelola dengan baik, bisa dimanfaatkan. Menariknya, pembuatan kain jumputan ini menjadi mata pencaharian baru di kalangan ibu-ibu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.