Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Petani di Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan mengurusi lahan sawahnya yang sempat terendam banjir pada Senin (18/3) pada Kamis (21/3/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo memastikan pasca terendamnya 1.633 hektare lahan pertanian di Kulonprogo pada Maret lalu akibat banjir Siklon Savannah, petani memilih sudah menanami sawahnya lagi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpangan) Kulonprogo Tri Hidayatun mengungkapkan setelah ada pengecekan dampak kerugian pertanian akibat banjir pada Maret lalu, banyak ditemukan tanaman-tanaman yang rusak.
Menjadi keuntungan tersendiri mengingat rusaknya lahan pertanian akibat terendam banjir tersebut dianggap tidak terlalu parah. “Setelah ditunggu dan surut, ada juga petani yang menyulamnya,” ungkapnya, Sabtu (13/4/2019).
Selain lahan pertanian yang ditanami kembali, ada juga beberapa wilayah yang saat tergenang banjir dalam kondisi siap panen. Menurut Hidayatun, kecamatan yang didatanya saat terendam dalam kondisi siap panen antara lain Kecamatan Temon, Wates, Sentolo, Lendah dan Panjatan.
Dia tidak menampik ada sebagian tanaman yang dalam kondisi rebah. Namun, hasil tanaman itu tetap bisa dipanen. Total luas lahan yang terendam pada banjir yang menggenang pada Maret lalu yaitu 1.633 hektarr. Luas lahan itu terbagi di delapan kecamatan, paling banyak luasan lahan yang terendam ada di Panjatan sebanyak 660 hektare.
Meski petani bisa memanen tanamannya, namun tetap saja hasil panennya tidak maksimal. Salah satu petani di Dusun Mangunan, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Ngadikam, mengaku hasil penenan di lahannya yang mencapai hampir satu hektare itu hanya mampu didapat setengahnya saja.
Harganya gabahnya pun dikatakan anjlok, dari Rp3.000 menjadi Rp1.500 per kilogram. “Kondisinya saat banjir itu terendam semuanya tetapi dalam kondisi sebentar lagi mau panen. Jadinya tunggu surut lalu panen,” ujar Ngadikam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.