Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Ilustrasi anggota Bawaslu Gunungkidul merapikan APK hasil penertiban, di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Jumat (16/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI –Jelang pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019 praktik politik uang harus tetap diantisipasi. Bawaslu Gunungkidul terus melakukan patroli keliling selama 24 jam selama masa tenang pemilu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik politik uang dengan modus serangan fajar.
“Kami akan terus awasi nonstop sehingga praktik politik uangg bisa dicegah,” kata Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Suamrsono kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).
Dia menjelaskan, untuk patroli tidak hanya dilakukan oleh internal bawaslu mulai dari tingkat kabupaten, kecematan, desa hingga pengawas TPS. Namun, juga melibatkan anggota sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) di Gunungkidul. “Sudah dikoordinasikan dan kami berkomitmen untuk mencegah praktik politik uang dalam Pemilu,” tuturnya.
Merujuk Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 dalam Pasal 523 ayat (2). Dalam pasal tersebut berbunyi setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada Masa Tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi Iainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.
“Harapannya pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman, lancar dan jauh dari praktik-pratik curang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.