Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sekretaris Dinas Pariwisata Jogja, Yati Martanti (kanan) saat jumpa pers di Hotel Neo Awana Yogyakarta, Kamis (25/4/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2019 sudah memasuki fase 30 besar. Ke-15 pasang Dimas dan Diajeng yang terpilih bakal dikarantina selama empat hari mulai Kamis (25/4/2019) hingga Minggu (28/4/2019).
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yati Martanti mengatakan sebelum mencapai tahap ini, para peserta dengan jumlah pendaftar sebanyak 130 orang, mengikuti seleksi selama dua bulan. Rencananya, Malam Penobatan Dimas Diajeng Kota Jogja tahun ini akan digelar di Pagelaran Kraton Jogja, Minggu mendatang.
Proses seleksi selama dua bulan, kata dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, lewat seminar di empat tempat, yakni UNY, UMY, UII dan Balai Kota Jogja pada Maret lalu. Adapun tema dari seminar tersebut masing-masing adalah Menjadi Broadcaster Kreatif dan Berkualitas di Industri Milenial; Menjadi Wirausaha Sejak Muda, Siapa Takut?; Langkah Awal Memulai Event Organizer; dan Membangun Personal Branding dengan Kepribadian Positif.
Tahap selanjutnya adalah seleksi wawancara untuk menentukan 30 pasang Dimas Diajeng. Tahap ini digelar di Balai Kota Jogja, Minggu (17/3/2019). “Selanjutnya seleksi psikotes dan wawancara lanjutan selama dua hari, Sabtu [23/3/2019] dan Minggu [24/3/2019]. Juri yang menyeleksi berasal dari kalangan praktisi di bidang budaya, public speaking, pariwisata, psikologi, bahasa asing dan kepemudaan,” ucap Yati saat menggelar jumpa pers di Hotel Neo Awana Yogyakarta, Kamis.
Dari 30 peserta yang tersisa, kata Yati, akan mengikuti sejumlah agenda, di antaranya latihan rutin persiapan unjuk bakat, kunjungan ke Pura Pakualaman, city tour, photo session, serta unjuk bakat di Galleria Mall, serta karantina di Hotel Neo Awana Yogyakarta selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu.
Selama dalam karantina, para finalis mendapat sejumlah pembekalan mengenai kebudayaan, kepariwisataan, peran pemuda dalam masyarakat, Bahasa Jawa, kewirausahaan, personal branding, english for tourism, media relation, kelas kecantikan dan public speaking.
Yati mengatakan Dimas Diajeng yang terpilih nantinya memiliki peran penting untuk mempromosikan Jogja, terutama di bidang pariwisata. Mereka juga akan terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan event yang diselenggarakan Pemkot Jogja. “Mereka juga punya program sendiri seputar pariwisata, kebudayaan dan sosial yang akan mereka tagani sendiri,” kata Yati.
Salah satu finalis, Putri Kumala Desianti, mengatakan proses seleksi cukup ketat. Menurutnya, semua peserta memiliki bakat dan kualitas yang bagus. “Maka dari itu, bangga juga kami bisa sampai sini,” kata mahasiswi UIN Sunan Kalijaga tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.