Kesadaran Deteksi Dini Virus TORCH Masih Rendah

Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono Kamis, 02 Mei 2019 22:12 WIB
Kesadaran Deteksi Dini Virus TORCH Masih Rendah

Ilustrasi kesehatan./Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hingga saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai virus seperti toxoplasma, rubella, cytomegalo virus (CMV) dan herpers simplex virus atau TORCH masih rendah. Virus TORCH menyerang ibu hamil dan bayi yang masih dalam kandungan. Virus ini dapat menyebabkan cacat fisik dan mental maupun penyakit bawaan bagi janin dan mempunyai efek jangka panjang.

"Untuk ibu-ibu yang berpotensi terkena virus TORCH kami harapkan segera memeriksakan diri agar sesegera mungkin bisa diobati sebelum menular ke anaknya," kata Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Kunto Budi Santoso, di sela-sela kegiatan pengecekan TORCH gratis di kompleks rumah sakit setempat, Kamis (2/5/2019).

Dijelaskan Kunto, biaya pengecekan TORCH yang mahal membuat masyarakat enggan memeriksakan diri. Padahal, menurutnya, pemeriksaan sangat penting.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Bapel Jamkesos DIY, Wahyu Widi Astuti, mengatakan ada 10 parameter yang menjadi acuan pemeriksaan TORCH. Jika ditemukan pasien yang positif terkena virus tersebut akan langsung diberitahu. "Kemudian diberikan rujukan yang nantinya BPJS akan menanggung biaya pasien yang terkena virus TORCH," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online