Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
GKR Hemas di sela-sela Senam Rakyat dengan tagline Jogja Sehat Indonesia Kuat yang digelar di Alun-alun Utara, Jogja, Jumat (3/5/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan masyarakat di wilayah DIY memadati Alun-Alun Utara mengikuti Senam Rakyat, Jogja Sehat Indonesia Kuat, Jumat (3/5/2019). Gelaran tersebut dilakukan untuk mempererat kembali masyarakat Jogja pascapemilu.
Acara yang digagas oleh permaisuri Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Hemas itu mendapat respons positif dari masyarakat. Terbukti, warga dari berbagai kabupaten di DIY mengikuti senam massal tersebut. Bahkan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan juga mengikuti kegiatan itu. "Rakyat Jogja harus kembali bersatu setelah Pemilu 2019. Senam rakyat ini untuk menyatukan kembali masyarakat apa pun pilihan saat pemilu. Persatuan dan perdamaian itu lebih dari segalanya," ucap GKR Hemas seusai kegiatan.
Dijelaskan Hemas, upaya menyatukan kembali bukan berarti pascapemilu rakyat Jogja sedang berkonflik. Hanya saat Pemilu rakyat memiliki beragam pilihan sehingga diharapkan kembali bersatu dalam perbedaan. Dia berharap, senam rakyat itu menjadi simbol bersatunya kembali rakyat kemudian memberi sumbangsih untuk pembangunan bangsa.
Senam rakyat, kata dia, jadi simbol dan contoh bagi provinsi lain di Indonesia untuk menyatukan kembali masyarakat. Terlebih masyarakat Jogja selalu ingin kotanya aman dan nyaman serta toleran sehingga harus terus menjaga persatuan dan keistimewaan Jogja. “Senam jadi salah satu olahraga rakyat yang murah, meriah dan bisa dilakukan siapa saja untuk menyatukan masyarakat. Dengan senam kami ingin pikiran menjadi jernih, badan sehat sehingga bisa menyehatkan bangsa ini," kata Hemas.
Steering Committee Gebyar Senam Rakyat, Bambang Soeroso, mengatakan senam rakyat merupakan gerakan damai yang dilakukan pascapemilu. Senam rakyat itu, kata Bambang, diikuti pimpinan daerah, pimpinan partai politik, ormas dan masyarakat. "Mereka berasal dari pendukung yang berbeda. Dan sekarang kembali bersatu seperti sebelum Pemilu," katanya.
Menurut dia kegiatan tersebut penting dilakukan setelah masyarakat dipenuhi hiruk pikuk proses Pemilu. Dia berharap perbedaan pilihan saat Pemilu tidak berdampak negatif untuk mempersatukan kembali masyarakat. "Suasana yang tegang harus dicairkan. Jangan sampai tatanan keguyuban, kekerabatan warga, dan kerukunan masyarakat Jogja menjadi rusak terkoyak," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.