Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Pemantauan hilal penentuan awal Ramadan, Minggu (5/5/2019). /Ist-Antara.
Harianjogja.com, BANTUL--Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY melakukan observasi hilal di Pusat Observasi Bulan Syekh Bela Belu Parangtritis, Kretek, Bantul, Minggu (5/4/2019) sore. Hasil observasi bersama Badan Hisab dan Rukyat DIY beserta sejumlah ormas keagamaan tidak satupun melihat hilal atau bulan sabit muda sebagai tanda masuknya awal bulan Ramadan.
Kepala Badan Hisab DIY Mutoha Arkanudin mengatakan proses pengamatan hilal dilakukan saat matahari terbenam sekitar pukul 17.29 WIB dan dialhiri pukul 17.56 WIB. Selama proses pengamatan dengan beberapa alat bantu teleskop maupun secara langsung tidak satupun yang melihat hilal.
Menurut dia hilal sulit terlihat karena tertutup awan. Saat matahari terbenam bersamaan dengan semburan awan yang menutup, "Bisa disimpulkan rukyatul hilal dari Pusat Observasi Bulan Syekh Bela Belu tidak bisa melihat hilal karena tertutup awan, " kata Mutoha.
Kesimpulan itupun langsung disampaikan kepada Kementerian Agama di Jakarta yang sedang menggelar sidang Isbat. Meski dari DIY tidak terlihat, namun Mutoha mendapat laporan bahwa di beberapa wilayah sudah ada yang melihat hilal, salah satunya di wilayah Madura sehingga bisa menjadi patokan untuk menentukan awal puasa.
Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologo Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY Budiarta menegaskan bahwa pihaknya yang melakukan observasi di Pusat Observasi Bulan Syekh Bela Belu Parangtritis tidak melihat hilal karena tertutup awan. "Sejak pasang alat sampai selesai observasi tidak melihat hilal, " kata dia.
Dalam observasi hilal, BMKG menggunakan teleskop yang terintegrasi dengan kamera dan komputer, sehingga pantauan teropong langsung terlihat di layar komputer. Alat tersebut juga dirancang otomatis mencari hilal tanpa bantuan tangan untuk menggerakannya.
Budiarta mengatakan dari BMKG sendiri ada salah satu dari 31 lokasi yang menggelar observasi hilal jelang puasa ini. Dari 31 lokasi, hanya 26 yang hasilnya langsung bisa disaksikan melalui live streaming termasuk DIY di Pusat Observasi Bulan Parangtritis.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan mengatakan bahwa proses observasi hilal dilakukan dengan melibatkan sejumlah ormas keagamaan di DIY. Kegiatan tersebut untuk memfasilitasi umat yang akan menjalankan puasa dengan berpatokan pada rukyatul hilal.
Untuk rukyatul hilal di DIY dilaksanakan di tiga lokasi. Selain di Parangtritis juga dilaksanakan di Pantai Terisik Kulonprogo dan Bukit Brambang Gunungkidul. Edhi mengatakan observasi hilal ini sebenarnya dilakukan setiap akhir bulan Hijriyah, namun yang menjadi perhatian masyarakat hanya jelang puasa, syawal, dan Idul Adha.
"Kegiatan observasi ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat dan para tokoh agama, " kata Edhi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati jika ada perbedaan dalam penentuan awal puasa ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.
Massa mulai menyiapkan atribut dan logistik jelang aksi di depan Gedung DPR pada Kamis (27/8). Ratusan warga Pati dijadwalkan datang.
Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun. Legenda country AS itu meninggalkan warisan musik, bisnis, dan filantropi.
Iran menyiapkan strategi menghadapi sanksi ekonomi AS. Di sisi lain, Marco Rubio menyebut AS tak berencana melancarkan serangan baru.