Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Monkeypox atau cacar monyet./Foto-CDC
Harianjogja.com, SLEMAN—Menyikapi ancaman virus cacar monyet atau monkeypox, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengaku masih berkoordinasi dengan Dinkes DIY serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sejauh ini, Dinkes Sleman belum menyediakan obat khusus untuk penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan sejauh ini terkait dengan upaya antisipasi yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Sleman terhadap ancaman cacar monyet masih sesuai standar pencegahan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan dari binatang ke manusia). "Dinkes Kabupaten Sleman masih berkoordinasi dengan Dinkes DIY dan KKP," kata dia kepada Harian Jogja, Kamis (16/5/2019).
Meski begitu, Dinkes Kabupaten Sleman, kata Joko, juga segera mengupayakan untuk menerbitkan edaran ke semua fasilitas kesehatan yang ada. "Baik puskesmas maupun rumah sakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan dini," kata Joko.
Untuk sementara, Dinkes Sleman baru menyiapkan obat obatan yang standar untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu antivirus dan obat penurun panas. "Obat tersebut tersedia di puskesmas. Kalau obat yang khusus untuk cacar monyet belum ada," kata Joko.
Sekadar diketahui, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan virus yang ditularkan melalui binatang. Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar smallpox).
Cacar monyet kali pertama ditemukan di Denmark, pada 1958 di Denmark. Saat itu ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan monkeypox.
Adapun kasus pada manusia kali pertama ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Kemudian pada 2003 Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan binatang peliharaan eksotis (prairie dog) yang terinfeksi oleh tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika.
Selanjutnya, pada 2017 muncul kejadian luar biasa monkeypox di Nigeria. Tak hanya itu, pada 2018 Inggris dan Israel juga melaporkan adanya kasus monkeypox. Terbaru, laporan adanya monkeypox muncul dari Singapura, tepatnya pada Mei lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.