Satpol PP Tertibkan Praktik Sewa Tikar di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Johan Eko Sudarto/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL –Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, menyadari tugas berat yang dia sandang untuk memajukan industri kecil menengah (IKM) serta menjaga eksistensi pasar di tengah-tengah maraknya toko berjejaring di Bumi Handayani. Menurut dia, tantangan ini dijadikan sebagai ibadah sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Yang penting kerja sesuai dengan aturan. Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menunaikan janji saya seperti saat pemaparan uji gagasan pada saat seleksi terbuka,” kata Johan kepada Harian Jogja, Minggu (19/5/2019).
Dia menjelaskan, salah satu tantangan dalam pengembangan IKM terletak pada semangat wirausaha yang masih kurang. Johan mencontohkan saat pelatihan partisipasi peserta tinggi, namun dari kualitas tidak banyak orang yang memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan dalam pengembangan usaha. “Ini adalah tantangan, tapi mudah-mudahan dari keberhasilan yang diraih peserta yang telah sukses dapat menggerakkan pengusaha lain,” katanya.
Mantan Camat Ponjong ini menuturkan pengembangan IKM merupakan hal yang harus dilakukan karena sebagai bentuk jawaban terhadap pengembangan industri yang memasuki Revolusi Industri 4.0. “Jangan sampai sektor IKM kalah bersaing. Jadi, upaya pengembangan terus dilakukan. Sebagai contoh untuk industri olahan makanan, kami terus mendorong agar memiliki izi pengolahan industri rumah tangga [PIRT],” tuturnya.
Johan menjelaskan izin PIRT penting karena sebagai salah satu upaya menjaga standar mutu produk yang dihasilkan sehingga dapat laku di pasaran. “Kami terus mendorong dan memberikan pendampingan agar para pengusaha khususnya yang bergerak di bidang pangan dapat memiliki izin ini,” ujarnya.
Untuk masalah pasar, Johan mengaku melanjutkan program revitalisasi yang telah berjalan. Sebagai gambaran di tahun ini sudah melakukan beberapa pembenahan di beberapa pasar seperti kelanjutan pembangunan Pasar Playen, penyempurnaan Pasar Argosari, Wonosari, hingga rencana pemanfaatan dana tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan untuk Pasar Karangijo di Kecamatan Ponjong. “Perbaikan pasar terus dilakukan. Bahkan kami sudah berencana memasang fasilitas internet gratis di sejumlah pasar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.