Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed A1+ Ringkas untuk Dukung Bisnis
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
TPR Induk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL—Selama libur Lebaran, jumlah petugas penjaga loket Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Parangtritis ditambah. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menambah jumlah personel dari tujuh orang di hari biasa, menjadi 27 orang saat libur Lebaran.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan petugas pemungutan retribusi kawasan wisata Parangtritis biasanya hanya tujuh orang yang terbagi di TPR Induk sebanyak empat orang dan TPR Depok sebanyak tiga orang. “Selama Lebaran kami tambah petugas TPR jadi 27 orang untuk siaga mulai 6-16 Juni mendatang,” kata Kwintarto, saat ditemui di Parasamya, kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul, Senin (27/5/2019).
Dia mengatakan petugas pemungutan retribusi itu nantinya tidak hanya menunggu di loket, namun akan aktif jemput bola melayani penjualan tiket sebelum gerbang TPR jika memang antrean sudah mengular.
Hal itu dilakukan agar penumpukan kendaraan tidak memanjang hingga Jembatan Kretek. Pasalnya, jembatan tersebut sejatinya tidak didesain untuk berhentinya kendaraan.
Selain itu dengan adanya sistem jemput bola penjualan tiket khusus kendaraan roda empat, kata Kwintarto, setidaknya dapat menghemat pemberhentian kendaraan dari yang biasanya mencapai 15-20 detik tiap kendaraan di loket TPR. “Jika antrean kendaraan masih tidak tertangani dengan sistem jemput bola, maka kami juga sudah menyiapkan rencana selanjutnya, yakni meloloskan kendaraan tanpa membeli tiket. Saya sebelumnya sudah meminta izin kepada Bupati Bantul soal rencana dan rekayasa arus lalu lintas di sekitar TPR Induk Parangtritis tersebut,” ucap mantan Camat Sewon itu.
Diakui Kwintarto, Pemkab Bantul lebih mengutamakan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Dia khawatir antrian kendaraan yang lama membuat wisatawan tidak nyaman. Selain itu juga dapat mengganggu arus lalu lintas masyarakat.
Untuk itu, institusinya juga sudah bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait dengan rekayasa arus lalu lintas sekitar TPR Induk Parangtritis. “Termasuk ketika arus lalu lintas sudah tak terkontrol maka akan dibuat searah menuju pantai dan TPR Depok khusus untuk pintu keluar,” kata Kwintarto.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dishub Bantul, Agus Jaka, sebelumnya mengatakan sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur wisata, khususnya Jalan Parangtritis yang selalu ramai tiap musim liburan. Rekayasa tidak hanya dilakukan di pintu masuk TPR Parangtritus, namun sepanjang Jalan Parangtritis juga akan direkayasa.
Di antaranya dengan membuat jalur dua arah di sejumlah persimpangan seperti di Simpang Tembi, Simpang Manding, Patalan, dan Pundong, “Traffic light di simpang-simpang jalan itu nanti akan dimatikan dan diganti dengan rambu portabel serta water barrier,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.