10.000 Kantong Darah Gratis Disiapkan Pemkab Sleman Tahun Ini

Ilustrasi Palang Merah Indonesia - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
27 Mei 2019 15:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejak awal tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Palang Merah Indonesi (PMI) Sleman menyediakan sekitar 10.000 kantong darah gratis yang bisa digunakan oleh penduduk Sleman yang membutuhkan darah.

Kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Sleman No.38.26/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Biaya Pengganti Pengolahan Darah.

Ketua PMI Sleman, Sunartono, mengatakan untuk mendapatkan kantong darah, jika pasien tidak ditanggung oleh BPJS, maka harus mengeluarkan biaya untuk pengolahan darah. “Jadi beban biaya yang dikeluarkan itu bukan berarti darahnya dibeli, namun beban biaya itu untuk mengganti biaya pengolahan darah, mulai dari kantong, penyimpanan, hingga pemberian ke pasiennya,” kata Sunartono, Senin (27/5/2019).

Dengan adanya program Pelayanan Darah Gratis di Sleman (Ladamanis), Pemkab Sleman berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan darah, terlebih kepada pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Berdasarkan Perbup 38.26, pemberian darah diberikan kepada warga Sleman dibuktikan dengan melampirkan KTP-el. Warga yang membutuhkan akan dibatasi sebanyak lima kantong darah per tahun untuk satu orang. “Kecuali untuk orang yang menderita penyakit kronis dan membutuhkan transfusi secara terus menerus,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sunartono mengatakan hingga Maret 2019, dari 10.000 kantong darah yang disediakan, sudah terserap sekitar 499 kantong darah yang digunakan oleh warga Sleman. “Masyarakat Sleman yang membutuhkan darah bisa mengajukan permintaan darah dengan mekanisme pengambilan kantong darah yang dibutuhkan dilakukan oleh rumah sakit. Kalau nanti kantong darah itu terserap semua, ada skenario lain untuk tindakan selanjutnya,” ucap dia.

Lebih jauh, disinggung mengenai stok darah di PMI Sleman, kata dia, saat ini dalam kondisi aman. Pasalnya lembaganya rutin melakukan jemput bola ke sejumlah masjid pada malam hari setelah salat tarawih. “Jadi, antara kebutuhan dan persediaan masih cukup,” ujar dia.

Kepala Markas PMI Sleman, Untung Purnomo mengatakan sejak H-4 hingga H+4 Lebaran, PMI Sleman akan membuka pos emergency di empat tempat, yakni di Markas PMI Sleman, Kecamatan Tempel, Kecamatan Pakem, dan Monumen Jogja Kembali (Monjali). “Selain itu juga ada pos dari masing masing PMI Kecamatan. Jadi, kami mendukung petugas lintas sektoral yang bertugas dan juga mendukung untuk obat-obatan,” kata dia.