Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi pelayanan kesehatan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul siap menindaklanjuti laporan adanya pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) bernama Narmi, 55, warga Dusun Ngadipiro Kidul RT 03/RW 05, Desa Rejosari, Kecamatan Semin, yang tidak dapat digunakan ketika berobat. Berbeda dengan KIS milik Narmi, kartu milik dua anggota keluarga lainnya dinyatakan aktif dan dapat digunakan untuk berobat.
Sekretaris Dinsos Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, menjelaskan pendanaan KIS untuk masyarakat kurang mampu terbagi ke dalam dua jenis sumber pendanaan yakni APBN dan APBD. Menurutnya, kuota peserta KIS di Bumi Handayani yang ditanggung oleh APBD sebanyak 158.000 peserta serta sisanya didanai oleh APBN. "Harus ditelusuri terlebih dahulu KIS yang dimiliki Narmi dijamin dari anggaran APBN atau APBD," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinsos Gunungkidul, Eka Sri Wardani, mengatakan setelah dicek pada database, KIS milik Narmi biayanya ditanggung APBN. Dengan begitu, masalah tidak dapat digunakannya kartu KIS untuk berobat akan ditangani langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos). "Ini merupakan kasus pertama yang ada di Gunungkidul dan kami segera mencari solusinya," katanya.
Saat dikonfirmasi Narmi menuturkan beberapa waktu lalu dirinya berobat ke faskes pertama di Puskesmas Semin lantaran menderita asam lambung. "Saat digunakan ternyata KIS saya diblokir, padahal ini program pemerintah bukan BPJS mandiri," ujar Narmi.
Dijelaskan Narmi, setelah mengetahui KIS miliknya diblokir ia segera memberitahu anaknya yaitu Sutikno guna melaporkan persoalan tersebut ke Pemerintah Desa Rejosari. Upaya yang dilakukan oleh Pemdes ialah memberikan surat pernyataan yang menerangkan bahwa dirinya benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu. "Surat tersebut sudah ditandatangani lengkap dengan materai tetapi belum ada kabar lagi," kata Sutikno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.