Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Suasana di sekitar kawasan pertokoan Malioboro, Sabtu (7/7/2018). Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA--Para pelaku usaha di kawasan Malioboro masih khawatir dengan penurunan omzet saat uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor diterapkan pada Selasa (18/6/2019) mendatang. Meskipun demikian, mereka akan ikut memantau pelaksanaan uji coba untuk memberikan masukan saat evaluasi.
Ketua PPMAY Sadana Mulyono mengatakan selain kekhawatiran terkait penurunan omzet uji coba yang dilakukan dari pagi hingga malam juga masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Mulai soal akses warga yang tinggal di Malioboro.
Dia juga menilai, pelaksanaan uji coba nantinya akan membuat masyarakat yang akan melakukan aktivitas di kawasan Malioboro bingung. Hal itu dikarenakan, belum memadainya sarana dan prasarana parkir.
"Saya rasa akan muncul banyak kekagetan di masyarakat. Mereka pasti juga akan kebingungan," katanya saat dihubungi Harian Jogja, Jumat (14/6/2019).
Menurutnya, rencana uji coba dengan tetap memberikan ruang akses untuk melintasi kawasan Malioboro cukup aneh. Jika memang Pemerintah ingin menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestarian harusnya dilakukan penutupan secara full. Dia beralasan, selama ini sirip-sirip jalan di Malioboro sudah dipenuhi oleh parkir kendaraan dan PKL. Kondisi yang crowded itu bisa dijadikan sebagai bahan untuk evaluasi secara menyeluruh terkait penataan Malioboro.
"Aneh juga kalau hanya dilakukan secara parsial. Tapi apapun itu kami akan ikut memantau," katanya.
Awalnya, Sadana mendapatkan sosialisasi pelaksanaan uji coba dilakukan selama tiga hari. PPMAY pun gusar karena banyak persoalan yang bisa muncul. Selain akses penghuni kawasan Malioboro terganggu, kegiatan loading barang-barang yang masuk ke toko juga akan ikut terganggu. Namun setelah mengetahui jika pelaksanaan uji coba hanya dilakukan satu hari, dia berharap hal itu tidak berdampak buruk bagi aktivitas ekonomi di kawasan Malioboro.
"Kalau kemudian uji coba nanti untuk mengetahui masalah-masalah yang akan ditimbulkan, terutama bagi warga yang tinggal di Malioboro, silahkan. Kami akan ikut memantau dan mengevaluasi," katanya.
Yulianto pemilik toko sepatu di Malioboro juga mengaku masih khawatir dengan dampak negatif dari uji coba tersebut. Alasannya, banyak potensi masalah yang belum diselesaikan oleh pemerintah.
"Kami PPMAY hanya bisa bersuara demikian, kasihan seperti Ibu nya Bu Ana, toko Istana Batik, Selatan Ramai Mall, yang usianya 86 tahun, untuk mobilitas nya bagaimana?" tanya dia.
Berbeda dengannya, Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) Budhi Susilo mengaku mendukung kebijakan pemerintah. Menurutnya, Malioboro sebagai kawasan pedestarian susah ada sejak dahulu kala.
"Malioboro nama aslinya Mulyo in Bowo. Dulunya begitu. Sudah ada sejak dulu. Makanya kami mendukung kebijakan pemerintah," katanya.
Yang penting, katanya, Pemerintah juga harus menyelesaikan penataan PKL. Karena penataan PKL di Malioboro menjadi hal yang krusial.
"Tidak ada PKL di depan toko. PKL jelas melanggar. Dodolan kok di lahan orang. Ini tentu pelanggaran hukum yang harus diselesaikan Pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.