BNI Hadirkan Akses Eksklusif Saksikan Andrea Bocelli Romanza
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka exclusive presale tiket Andrea Bocelli “Romanza - 30th Anniversary World Tour” melalui tiket.com
Sukarelawan ACT saat menyalurkan air bersih ke warga di lokasi kekeringan di Gunungkidul, Senin (17/6/2019)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Turunnya curah hujan mengakibatkan kekeringan melanda sebagian wilayah di Gunungkidul.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, setidaknya 10 dari 18 kecamatan di Gunungkidul kini mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami krisis air bersih di 2019 ini.
Sepuluh kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut ialah Kecamatan Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan dengan rincian sebanyak 50 desa dan 21.519 kepala keluarga. Jika dirinci, jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa.
Hasil pengecekan kondisi yang dilakukan Relawan MRI Gunungkidul, Winarno menyebutkan, kecamatan yang mengalami kekeringan paling parah ialah wilayah Gunungkidul bagian selatan yakni Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Panggang, dan Saptosari.
"Kebanyakan sumur galian warga sudah pada mengering, atau warga mengandalkan PAM Desa yang debitnya kadang tidak mencukupi untuk keperluan satu desa, selain itu warga yang rumahnya belum tersentuh PAM memanfaatkan air telaga untuk keperluan sehari-hari atau menyiapkan bak penampungan untuk jaga-jaga, sebagian warga juga sudah ada yang membeli air, bahkan ada yang sejak Januari lalu,” ungkap salah satu warga Winarno, Senin (17/6/2019).
Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana kekeringan di Gunungkidul tersebut, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY telah menyiapkan serangkaian program untuk turut membantu masyarakat terdampak kekeringan di Gunungkidul tersebut.
“Kami siapkan program Droping Air bersih untuk wilayah-wilayah Gunungkidul yang saat ini tengah mengalami kekeringan dan berpotensi krisis air bersih, droping akan menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter dan akan berkeliling Gunungkidul untuk mendistribusikan air bersih bagi masyarakat,” ujar Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY.
Bagus menambahkan, program droping air bersih merupakan bentuk tanggap darurat dari ACT untuk membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat, sedangkan program jangka panjang untuk mengurai krisis air bersih di Gunungkidul adalah berupa pembangunan Sumur Wakaf.
Sumur wakaf sendiri merupakan program pembangunan sumur bor yang dikelola oleh Global Wakaf – ACT. Sampai saat jumlah Sumur Wakaf yang telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya telah mencapai 18 titik dengan kedalaman beragam dari 50 meter hingga 100 meter.
“Baik dengan droping air bersih maupun sumur wakaf semoga ikhtiar kita semua dapat membantu puluhan ribu warga Gunungkidul yang kini terdampak kekeringan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka exclusive presale tiket Andrea Bocelli “Romanza - 30th Anniversary World Tour” melalui tiket.com
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.