Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Wisatawan melakukan aktivitas di tengah jalan Malioboro Selasa (18/6/2019). /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak.
Harianjogja.com, JOGJA- Antusiasme wisatawan berkunjung ke Kawasan Malioboro tetap tinggi meskipun kawasan legendaris ini bebas dari kendaraan bermotor. Momentum uji coba kawasan semi pedestarian pun menjadi wahana selfi di tengah jalan.
Pantauan Harianjogja.com, pengunjung yang memadati kawasan Malioboro didominasi oleh kalangan wisatawan. Mereka datang bersama keluarga maupun berkelompok. Wisatawan yang datang tampak menikmati suasana berbeda di mana tidak ada kendaraan yang melintas di sepanjang Malioboro. "Senang banget, jadinya tambah santai," kata Nur Azizah, wisatawan asal Sumedang, Jawa Barat, Selasa (18/6/2019).
Diakuinya, selama ini Malioboro identik dengan keramaian karena banyak dikunjungi wisatawan. Meski begitu, suasana lengang tanpa kebisingan kendaraan bermotor menambah daya tarik baginya untuk menikmati suasana Malioboro. "Kok bisa ya? Kalau ini diteruskan saya kira baik. Wisatawan bisa lebih nyaman jalan-jalan," kata Kirana, teman rombongan Azizah.
Sekadar diketahui, Selasa Wage ini Pemda DIY menerapkan uji coba kawasan semi pedestarian di Malioboro. Uji coba dilakukan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Seluruh kendaraan bermotor, kecuali angkutan umum Trans Jogja dan mobil layanan masyarakat seperti ambulan tidak dibolehkan melintasi Malioboro.
Azizah dan Kirana pun ikut menikmati suasana bersejarah itu dengan berselfie dan swafoto di tengah jalan Malioboro. Mereka hanya salah satu dari sekian banyak wisatawan yang memanfaatkan momentum tersebut. "Jarang-jarang bisa foto di tengah jalan Malioboro. Soalnya selalu ramai. Dua tahun lalu saya ke sini. [Uji coba] ini seperti surprise saja [pengalaman berbeda]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.