Advertisement
Bertaruh Nyawa & Upah, Itulah Hidup SAR
Advertisement
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/03/bertaruh-nyawa-upah-itulah-hidup-sar-364315/pencarian-korban-laka-laut" rel="attachment wp-att-364318">http://images.harianjogja.com/2013/01/070311_BANTUL_Pencarian-Korban-laka-laut_sur-1-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" />Menjalankan tugas sebagai satgas SAR pantai di Gunungkidul berarti harus memikul tanggungjawab yang besar. Tidak hanya karena banyaknya pantai yang harus diawasi, jumlah pengunjung yang terus meningkat dan besarnya gelombang khas pantai selatan menjadi beban tersendiri bagi para anggota SAR. Ironisnya, beban tanggungjawab ini ternyata tidak sebanding dengan fasilitas yang mereka terima.
Sesaat setelah berhasil mengangkat dan mengevakuasi korban yang tewas di Pantai Indrayanti, puluhan anggota SAR tampak duduk-duduk di tepi pantai Baron. Rona lelah tampak jelas mewarnai ekspresi masing-masing anggota setelah selama lebih dari 24 jam melakukan pencarian intensif. Meski begitu, mereka tetap harus memantau perairan Gunungkidul karena masih banyaknya pelancong yang datang berkunjung ke pantai.
Advertisement
Meski sudah berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raga, rupanya para anggota SAR masih harus dibebani biaya proses pencarian dan evakuasi korban. Koordinator Wilayah II SAR Pantai Gunungkidul Suyoto kepada Harian Jogja mengatakan seluruh biaya operasional proses pencarian dan evakuasi korban berasal dari swadaya tim SAR dan sumbangan beberapa masyarakat.
Padahal untuk upaya pencarian korban di Indrayanti Selasa (1/1/2013) hingga Rabu (2/1/2013) mereka telah menghabiskan lebih dari 200 liter solar. “Kami cuma dapat honor pencarian korban sekitar Rp15.000 per hari, lainnya ya usaha sendiri” aku Suyoto.
Wilayah kerja SAR II Pantai Gunungkidul membentang dari pantai Siung hingga perbatasan Kabupaten Bantul. Mereka bertanggungjawab pada keselamatan pengunjung di 16 pantai yang paling padat dikunjungi wisatawan di sepanjang sekitar 68 kilometer garis pantai Gunungkidul termasuk Pantai Indrayanti dan Baron. Untuk menjaga lokasi wisata pantai sepanjang itu, Tim SAR Wilayah II hanya beranggotakan 50 personel yang disebar di seluruh titik penjagaan.
Jumlah tersebut, menurut Suyoto, sangat jauh dari cukup. Untuk wilayah pantai yang padat seperti di Indriyanti saja dirasa jauh dari layak. Selama ini tim SAR hanya menyiagakan tujuh personel untuk Pantai Indrayanti. Idealnya, untuk pantai sepadat Indrayanti minimal dibutuhkan 20 personel.
“Karena keterbatasan personel kami terpaksa membagi anggota ke seluruh titik” tambahnya. Akibatnya, bisa dibayangkan seberapa repotnya tugas tujuh orang anggota SAR untuk menjaga keselamatan ribuan pengunjung Indrayanti.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Satpol PP Gunungkidul Edi Winarta menjelaskan, pihak Linmas Satpol PP selama ini telah memberikan honorarium kepada setiap anggota SAR sebesar Rp250.000. Jumlah ini menurut Edi, adalah honor tambahan dari kabupaten. Sedangkan dari Provinsi tim SAR sudah mendapatkan honor tersendiri.
“SAR kan sebenarnya bentukan dari Linmas Provinsi, jadi pusat kebijakan ada di sana” ujarnya.
Sementara itu terkait ongkos operasional yang ditanggung secara swadaya oleh personil SAR, Edi menjelaskan, selama ini hanya dua mobil operasional dan satu sepeda motor yang terdaftar ke dalam inventaris Linmas Kabupaten Gunungkidul.
Untuk ketiga kendaraan tersebut, tersedia anggaran untuk perawatan dan bahan bakar. Tetapi untuk armada kapal cepat, jetski dan berbagai perlengkapan keselamatan, Linmas Gunungkidul tidak mampu memberikan anggaran operasional karena tidak terdaftar sebagai inventaris. “Datanya tidak ada di kami, jadi kami tidak berani menganggarkan” tambahnya.
Sebelumnya ada anggaran untuk upaya pencarian sebesar Rp20 juta dan anggaran pengurusan jenazah sebesar Rp15 juta. Tetapi jumlah ini dialihkan menjadi anggaran lembur untuk pencarian dan makan selama proses pencarian yang ditetapkan sebesar Rp10 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





