Advertisement
ANGIN KENCANG: Petugas Siapkan 2 Mesin Chainsaw
Advertisement
[caption id="attachment_366958" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/10/angin-kencang-petugas-siapkan-2-mesin-sensor-366955/tumbang-1" rel="attachment wp-att-366958">http://images.harianjogja.com/2013/01/tumbang-1-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Anggota Polsek Sentolo bersama warga bekerja sama memotong pohon tumbang di Ngelo, Sentolo, Kulonprogo, Kamis (10/1/2013). JIBI/Harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez[/caption]
Advertisement
KULONPROGO -- Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD, Hardiyono mengatakan bencana pohon tumbang terjadi di hampir semua wilayah Kulonprogo. Selain di Wates, pohon juga tumbang di Galur, Lendah, Panjatan, Pengasih, Sentolo serta Girimulyo.
“Ada sebagian yang tumbang menimpa bangunan, tapi lebih banyak yang tumbang dan menutup akses jalan raya,” tutur Hardiyono, Kamis (10/1/2013).
Menurut Hardiyoni, angin yang berhembus kencang sejak Rabu (9/1/2013) sore merupakan imbas dari badai Cyclon Tropis yang terjadi di wilayah selatan Indonesia. Wilayah Kulonprogo masuk dalam areal pinggir dari pusaran badai yang berkecepatan 138 kilometer per jam itu.
Menyusul terjadinya angin kencang, BPBD menyiagakan lima personel serta dua mesin chainsaw sebagai bentuk tanggap darurat bencana. “Kami belum bisa memperkirakan sampai kapan angin kencang akan terjadi tapi masyarakat diharapkan waspada dan menghindari pohon berukuran besar saat angin berhembus,” kata dia.
Angin kencang juga menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah Kulonprogo putus total. Supervisor Teknik PLN Wates, Basuki Terianto belum bisa dihubungi tekrait hal itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




