Advertisement

PROYEK PASIR BESI: Pemkab Curigai JMI Langgar Aturan

Rabu, 16 Januari 2013 - 16:22 WIB
Laila Rochmatin
PROYEK PASIR BESI: Pemkab Curigai JMI Langgar Aturan

Advertisement

http://images.harianjogja.com/2013/01/pasir-besi-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" />KULONPROGO -- Pemkab Kulonprogo mencurigai PT Jogja Megasa Iron (JMI) berencana menjual konsentrat pasir besi ke luar negeri. Hal ini diperkuat fakta bahwa JMI belum juga membangun pabrik pengolahan konsentrat menjadi pig iron padahal ijin konstruksi dari kementerian ESDM sudah turun sejak Oktober 2012 lalu.

Jika kecurigaan tersebut terbukti, Pemkab akan menutup proyek tersebut. Ditemui Rabu (16/1/2013) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo,membenarkan indikasi tersebut.

Advertisement

Ditambahkan Budi, saat ini perusahaan tersebut justru berencana memperbesar pilot plant yang ada di pesisir Desa Karangwuni. Tidak hanya itu, perangkat bowlmill yang rusak akan diganti dengan vertimill yang bisa memproduksi konsentrat dengan volume lebih besar.

“Saya melihat kemarin mesin yang disana itu rusak. Bowlmill rusak mau diganti vertimill. Itu indikasi untuk memperbesar pilot plant agar mereka bisa menjual konsentrat. Itu lucu. Kalau memperbesar pilotplant, tidak mendirikan pabrik dan akan menjual konsentrat pada 2013,” kata Budi.

Jika JMI nekat menjual konsentrat maka Pemkab Kulonprogo akan mengambil langkah tegas menghentikan operasional perusahaan tersebut. Budi mengatakan penjualan konsentrat merupakan pelanggaran kontrak karya dan perusahaan itu harus membangun pabrik sesuai kontrak.

Pemkab mendesak pendirian pabrik pengolah konsentrat menjadi pig iron pada 2013 ini. Menurut Budi Wibowo, bila hasil penambangan dijual dalam bentuk konsentrat maka 2% logam titanium dan vanadium yang terkandung di dalamnya tidak diperhitungkan. Padahal harga kedua logam tersebut jauh lebih tinggi daripada pasir besi.

“Sesuai Amdal, setiap sekian kilogram iron sand mengandung dua persen titanium dan vanadium yang itu nilainya lebih besar dari iron sand-nya. Kalau dijual konsentrat kan kita kehilangan dua persen titanium dan vanadium itu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement