Advertisement

Kampung Batik Bansari Dirintis

Senin, 11 Februari 2013 - 15:11 WIB
Jumali
Kampung Batik Bansari Dirintis

Advertisement

[caption id="attachment_377956" align="alignnone" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/02/11/kampung-batik-bansari-dirintis-377951/kampung-batik-ilustrasi" rel="attachment wp-att-377956">http://images.harianjogja.com/2013/02/kampung-batik-ilustrasi-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> kampung batik-ilustrasi[/caption]

 

Advertisement

 

WONOSARI-Warga Padukuhan Bansari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari berhasil merintis Kampung Batik sejak tiga bulan terakhir. Pendirian kampung tersebut selain untuk melestarikan warisan nenek moyang juga untuk mengembangkan perekonomian warga setempat.

Penggagas Kampung Batik Bansari, Guntur Susilo, 38, mengungkapkan ide untuk mendirikan kampung tersebut mendapatkan respon positif dari warga setempat. Setiap hari Minggu, para warga tekun mempelajari batik di kelompok belajar yang mereka namakan Gendhis.

Menurut Guntur, semangat warga Bansari dalam mempelajari batik sangat besar. Meskipun pada awalnya mereka masih awam tentang batik, namun setelah tiga bulan warga mulai terampil membatik kain dengan corak-corak batik.

“Ada sekitar 25 orang yang kini ikut mempelajari seni batik di kelompok belajar Gendhis, semua alat disediakan secara swadaya oleh masyarakat setempat,” kata Guntur, Senin (11/2/2013).

Selain membatik motif, ungkap Guntur, warga juga tengah mengembangkan sebuah motif baru yang akan menjadi ciri khas dukuh Bansari, yaitu motif Cangkring. Menurut Guntur, motif ini terinspirasi dari nama dukuh Bansari sebelum diubah namanya. Sebelumnya, dukuh tempat mereka tinggal bernama dukuh Cangkring karena banyak tumbuh pohon cangkring yang bermanfaat sebagai tanaman obat.

“Ciri khas utamanya adalah bentuk batang pohon cangkring yang berduri,” papar Guntur.

Bahkan, untuk semakin membuat kampungnya terasa bernuansa batik, para pemuda melukis dinding-dinding fasilitas umum dan tembok-tembok warga dengan mural batik.

“Semua kembali dari warga, mereka yang menyediakan catnya, kami yang melukis,” imbuh Guntur.

Rencananya, bila semua sudah siap, wisatawan yang datang dapat belajar membatik pada warga dan mengenal sejarah batik serta berbelanja batik di desa wisata batik itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement