Ekonom Kritik Wacana HP Gratis, APBN Dinilai Bisa Terbebani
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
NGAWEN-Rumah milik Tarminto, 40, di Dusun Kaliwuluh RT 01/ RW 06, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen rubuh diterjang angin kencang, Sabtu (6/4) malam. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut namun kerugian akibat kerusakan mencapai Rp15 juta.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Harjo mengatakan, bencana angin kencang menerjang kecamatan Ngawen terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat hujan deras melanda.
Akibatnya, satu rumah ambruk, dan beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Angin juga membuat puluhan pohon tumbang.
"Untuk rumah yang ambruk atau rusak berat kerugian ditaksir Rp15 juta. Yang rusak ringan masih dalam pendataan" katanya, Minggu (7/4/2013)
Ia mengungkapka pada saat kejadian penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Pihaknya beserta warga, Polisi dan TNI langsung membantu mengevakuasi pohon tumbang. Namun karena cuaca gelap evakuasi dihentikan dan dilanjutkan hari ini.
"BPBD juga sudah mengirimkan bantuan logistik ke lokasi" tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.