Advertisement
SOLAR LANGKA : Di Bantul Kuota Minim, Antrean Makin Panjang
Advertisement
[caption id="attachment_395241" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/09/solar-langka-di-bantul-kuota-minim-antrean-makin-panjang-395239/solar-langka-ilustrasi-desi-suryanto-3" rel="attachment wp-att-395241">http://images.harianjogja.com/2013/04/solar-langka-ilustrasi-desi-suryanto2-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Ilustrasi Antrean Solar
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]
BANTUL-Belum datangnya tambahan pasokan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bantul, membuat antrean pembeli solar mengular.
Advertisement
Pemkab Bantul telah mengajukan penambahan kuota solar senilai 10% dari pasokan biasanyak ke Pertamina, namun stok belum bertambah.
Antrean mengular tampak pada Selasa (9/4) sore di Jalan Wonosari. Pengantre adalah truk dan bus.
Bahkan di sejumlah SPBU banyak yang memasang papan bertuliskan "Solar Habis". Ini terlihat di beberapa SPBU seperti Jejeran, Pendowoharjo, Bantul dan SPBU Payak Piyungan.
Petugas SPBU Payak Piyungan, Wardjono mengatakan stok solar sangat terbatas sejak beberapa hari lalu. Tidak seimbangnya pasokan dan permintaan membuat solar yang disedaikan cepat habis terjual.
“Barangnya (solar) banyak yang cari, jadi cepat habis. Kemungkinan baru akan datang lagi besok,” ujarnya.
Kuota solar untuk Bantul 22.000 Kiloliter/hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




