Advertisement

Aksi Preman Bisa Sebabkan Pariwisata di Jogja Terganggu

Abdul Hamied Razak
Kamis, 11 April 2013 - 13:44 WIB
Jumali
Aksi Preman Bisa Sebabkan Pariwisata di Jogja Terganggu

Advertisement

[caption id="attachment_395801" align="alignleft" width="296"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/11/aksi-preman-bisa-sebabkan-pariwisata-di-jogja-terganggu-395799/preman-2" rel="attachment wp-att-395801">http://images.harianjogja.com/2013/04/preman1.jpg" alt="" width="296" height="148" /> ilustrasi.dok[/caption]

JOGJA-Masyarakat Jogja mengecam aksi premanisme di Jogja. Selain meresahkan, keberadaan para preman tersebut menyebabkan pariwisata Jogja terganggu.

Advertisement

Ketua Paguyuban Becak Wisata Jogja Ngadina mengatakan, para pengemudi becak mengecam keberadaan para preman di Jogja. Menurutnya, ulah dan perbuatan para preman tersebut bisa menyebabkan pariwisata Jogja terganggu.

"Kalau wisata terganggu, maka kami tidak dapat penumpang dan tidak bisa memberi nafkah bagi keluarga," ujar Ngadino kepada Harian Jogja pada aksi tolak premanisme di Malioboro, Kamis (11/4/2013).

Ditegaskan Ketua Forum Jogja Rembuk (FJR) Suharno, Jogja merupakan destinasi wisata kedua setelah Bali. Bila wisata Jogja diganggu para preman, maka aparat harus tegas melakukan tindakan.

"Bagaimanapun, Jogja harus berhati nyaman. Preman yang meresahkan itu harus ditindak. Kami minta pemerintah, aparat keamanan bisa membasmi premanisme di Jogja," tegas Harno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Dunia, RI Waspada

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Dunia, RI Waspada

News
| Minggu, 05 April 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement