DPRD Kulonprogo Temukan Infrastruktur Tak Sesuai Spesifikasi Teknis
DPRD Kulonprogo menyoroti kualitas infrastruktur yang dinilai kurang optimal dan meminta Pemkab memperketat pengawasan serta mutu pekerjaan
Petugas memasang plang penanda Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Banguntapan di kompleks kalurahan setempat, Selasa (14/10/2025). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kalurahan Nomporejo tengah bersiap menyambut beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini memasuki tahap akhir pembangunan. Gedung koperasi yang berdiri di area kantor kalurahan tersebut ditargetkan segera difungsikan dalam waktu dekat.
Proyek ini mulai dikerjakan sejak awal Februari 2026 melalui kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kodim Kulon Progo dan PT Agrinas. Pemerintah kalurahan turut berperan dalam penyediaan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi berbasis desa.
Lurah Nomporejo, Sapon, menuturkan pembangunan gedung ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan sejak dimulai. Ia optimistis proses pengerjaan akan selesai sesuai jadwal dan dapat segera diserahterimakan pada April 2026.
“Targetnya tiga bulan harus selesai. Februari, Maret, April ini harus jadi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Jadi Pusat Layanan Ekonomi Warga
Keberadaan KDMP tidak hanya difungsikan sebagai kantor koperasi, tetapi juga dirancang sebagai pusat layanan kebutuhan masyarakat. Sejumlah gerai akan disiapkan, mulai dari penyediaan sembako hingga kebutuhan dasar lainnya bagi warga sekitar.
Selain itu, koperasi juga akan menghadirkan gerai pertanian yang menyediakan pupuk dan obat-obatan guna mendukung produktivitas petani lokal. Layanan kesehatan sederhana yang menyediakan obat-obatan juga direncanakan hadir di lokasi tersebut.
Untuk mendukung operasional, pihak PT Agrinas disebut akan menyediakan armada transportasi berupa kendaraan operasional bagi koperasi.
Pengurus Sudah Terbentuk
Meski bangunan fisik belum sepenuhnya selesai, aktivitas kelembagaan KDMP sudah mulai berjalan. Struktur pengurus telah terbentuk dan legalitas berupa akta notaris juga telah dikantongi.
Saat ini koperasi mulai menjalankan usaha sederhana dengan menyediakan kebutuhan harian seperti sabun dan barang pokok lainnya. Modal usaha berasal dari simpanan pokok dan wajib anggota yang kini berjumlah sekitar 30 hingga 40 orang.
Sapon berharap, setelah gedung resmi beroperasi, koperasi ini mampu berkembang pesat dan menjangkau lebih banyak anggota dari berbagai lapisan masyarakat.
“Harapannya koperasi ini bisa tumbuh untuk kesejahteraan anggotanya. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan hasilnya kembali untuk masyarakat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo menyoroti kualitas infrastruktur yang dinilai kurang optimal dan meminta Pemkab memperketat pengawasan serta mutu pekerjaan
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.