Jelang Iduladha, Pesanan Pisau Kurban di Kulonprogo Meledak
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
Foto ilustrasi rapat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo resmi melantik 83 PNS yang sebelumnya menjadi CPNS selama setahun terakhir, Minggu (5/4/2026). Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan dedikasi penuh dalam menjalankan tugas.
Agung berharap para PNS baru dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, tidak hanya sekadar melayani masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. “Birokrasi harus lincah, responsif, dan berkelas dunia,” katanya.
Selain pengambilan sumpah PNS, Agung juga melantik Muhadi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan. Sebelumnya, Muhadi menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DPMK Dalduk KB) Kulonprogo.
Muhadi menyampaikan mutasi tunggal ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkannya mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklat Pim II) atau Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) di BPSDM DIY. “Posisi baru ini menjadi pengayaan wawasan dan fokus saya saat ini adalah memberikan kontribusi di bidang ekonomi dan pembangunan,” ujarnya.
Agung menegaskan pelantikan dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis meritokrasi, dengan mengedepankan kompetensi ASN. Ia meminta pejabat terlantik mampu bekerja adaptif, merespons tantangan cepat, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Muhadi menambahkan, mutasi ini tidak terkait capaian kinerja sebelumnya. Ia menepis isu negatif dan menegaskan hubungan kerja dengan pimpinan dan instansi lama tetap harmonis. “Saya menikmati tugas baru ini dengan bahagia dan melihatnya sebagai bentuk perhatian khusus dari pimpinan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.