Advertisement
Kelompok Tani Jogja Ikut Pelatihan Usaha Agaribisnis
Advertisement
[caption id="attachment_404429" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/08/kelompok-tani-jogja-ikut-pelatihan-usaha-agaribisnis-404424/petani-ilustrasi-tanam-padi-bisnis-indonesia-paulus-tandi-bone" rel="attachment wp-att-404429">http://images.harianjogja.com/2013/05/petani-ilustrasi-TANAM-PADI-Bisnis-Indonesia-Paulus-Tandi-Bone-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Ilustrasi Petani
Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis Indonesia[/caption]
JOGJA-Sebanyak 90 Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Jogja mengikuti Pelatihan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (Puap).
Advertisement
Pelatihan ini berlangsung di Wisma Sargede ini terbagi dalam tiga angkatan. Untuk angkatan ketiga dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja, Heru Priya Warjaka, Selasa (7/5). Angkatan sebelumnya telah dimulai pada tanggal 29 April dan 6 Mei 2013.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang program dan pengelolaan dana Puap bagi Gapoktan dalam pengembangan usaha Agribisnis dengan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketidan Malang Jawa Timur. Peserta pelatihan adalah pengurus Gapoktan yaitu Ketua dan Bendahara ang telah ditetapkan
berdasarkan SK Menteri Pertanian
Heru mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan pengurus Gapoktan bisa memahami Puap sepenuhnya termasuk manajemen dan pengembangannya sehingga Gapoktan bisa hidup dan produktif dalam mengembangkan modal yang telah diberikan oleh Pemerintah.
“Pengurus Gapoktan harus bertanggungjawab dalam keberlangsungan Puap, produktif dalam mengembangkan modal yang telah disalurkan, perputaran uang yang ada di Gapoktan harus dapat menunjukkan akumulasi peningkatan dari waktu ke waktu,” kata Heru.
Dijelaskan oleh Heru, Puap adalah bagian dari pelaksanaan Program PNPM Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran.
Jogja, imbuhnya, walaupun merupakan wilayah perkotaan tetap banyak sekali potensi pertanian yang bisa dikembangkan di antaranya peternakan ikan dan perternakan burung, maupun kegiatan pertanian di lahan sempit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




