Advertisement
BAYI DICULIK PEMBANTU : Minta Tebusan, Penculik Berdalih Tak Punya Uang Untuk Berobat Kakaknya
Advertisement
[caption id="attachment_408445" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/21/bayi-diculik-pembantu-minta-tebusan-penculik-berdalih-tak-punya-uang-untuk-berobat-kakaknya-408443/dot-bayi-ilustrasi-reuters-2" rel="attachment wp-att-408445">http://images.harianjogja.com/2013/05/dot-bayi-ilustrasi-reuters1-370x256.jpg" alt="" width="370" height="256" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]
SLEMAN -Seorang bayi laki-laki berumur satu tahun ADW, diculik pembantunya Dwi, 27, Senin (20/5) pagi. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang tebusan kepada ibu korban Dewi Nurhayani, warga Mancasan Kidul, Condongcatur, Depok Sleman.
Advertisement
Alasannya, keluarga Dwi membutuhkan uang untuk berobat kakaknya yang sakit.
Selain itu Dwi melarang korban melapor ke polisi dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut hingga lunas sembari ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban.
Hanya saja saat diminta untuk mengembalikan anaknya ke rumah, pembantu yang mengaku asal Ambarawa Jawa Tengah itu kemudian menutup ponselnya.
"Saat bekerja pembantunya menghubungi via telepon akan membawa anaknya pergi," ungkap sumber tersebut, kepada Harian Jogja, Senin (20/5).
Dewi Nurhayani akhirnya mendatangi Mapolsek Depok Timur . Ia pun melaporkan kejadian itu ke kepolisian dengan harapan putra pertamanya itu bisa kembali ke rumah.
Korban dimintai keterangan aparat kepolisian di ruang Sidik II Mapolsek Depok Timur, Sleman dengan didampingi sejumlah anggota keluarganya.
Meski demikian orangtua korban enggan dimintai keterangan wartawan. Wajah orangtua korban masih tampak sayu dan terpukul dengan peristiwa itu.
Sementara itu beredar pula pesan melalui Blackberry Messenger tentang informasi penculikan bayi yang diduga ada kaitannya dengan korban. Dalam pesan tersebut juga disampaikan bahwa ada anak balita berumur satu tahun yang hilang sekitar pukul 07.30 WIB Senin kemarin.
Bahkan dalam pesan tersebut juga disampaikan perkiraan korban dibawa lari ke luar Jogja menuju ke arah Muntilan, Magelang, Ambarawa, Salatiga atau area Jawa Tengah. Korban penculian itu memiliki ciri-ciri laki-laki, putih, rambut pendek, gemuk. Dalam pesan tersebut juga dilengkapi dengan foto korban.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Okto Qori Handoko membenarkan adanya laporan warga yang kehilangan bayi berumur satu tahun. Meski demikian pihaknya enggan memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses penyelidikan. Alasannya, karena dikhawatirkan menganggu proses penanganan kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Klaim Perubahan Rezim Iran akan Muncul, Teheran Membantah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
- Polres Bantul Imbau Pengunjung Parangtritis Waspada
- Perahu Nelayan Rusak Diterjang Gelombang Pasang di Pantai Depok
- Arus Balik, Kendaraan lewat Tol Purwomartani Tembus 1.450 Per Jam
- Arus Meningkat, GT Purwomartani Dibuka hingga Pukul 20.00 WIB
Advertisement
Advertisement



