Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Sejumlah kendaraan sedang melintas di Jalan Jogja - Solo, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (23/3/2026). Andreas Yuda Pramono/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Kemacetan lalu lintas di jalur wisata saat libur Lebaran berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang salak di Jalan Jogja–Solo, Kabupaten Sleman. Alih-alih mendongkrak penjualan di tengah musim panen raya, kondisi jalan yang padat justru membuat pembeli enggan berhenti.
Seorang pedagang salak, Ananda Fadli Hafiska, mengungkapkan penjualan turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau macet, pembeli malah berkurang. Turunnya sekitar 40 persen,” kata Hafiska ditemui di lapaknya Jaiz Jaya, Senin (23/3/2026).
Hafiska mengaku pada periode Lebaran tahun lalu, omzet harian masih bisa mencapai sekitar Rp1 juta per hari. Namun tahun ini hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Penurunan terjadi sejak arus kendaraan meningkat dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi berjualan.
Menurutnya, masalah utama bukan sekadar kepadatan lalu lintas, melainkan ketiadaan lahan parkir yang memadai. Kondisi ini membuat pengendara kesulitan menepi untuk membeli salak. “Kalau jalan lancar dan ada tempat parkir, biasanya pembeli justru ramai,” katanya.
Dampak kemacetan juga berimbas pada perputaran stok. Jika sebelumnya dagangan bisa habis dalam tiga hingga empat hari, kini membutuhkan waktu hingga lima sampai tujuh hari untuk terjual.
Bahkan, sebagian buah berisiko busuk karena tidak segera laku. Situasi ini menjadi ironi di tengah melimpahnya pasokan salak dari petani yang sedang memasuki masa panen. Tingginya produksi tidak diimbangi kelancaran akses pembeli ke lapak-lapak penjualan di pinggir jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.