LABUHAN MERAPI : Bangsal Sri Manganti Jadi Lokasi Digelarnya Labuhan

04 Juni 2013 17:30 WIB Sleman Share :

[caption id="attachment_412827" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/04/labuhan-merapi-bangsal-sri-manganti-jadi-lokasi-digelarnya-labuhan-412824/030711_sleman_labuhan-merapi_gih4" rel="attachment wp-att-412827">http://images.harianjogja.com/2013/06/030711_SLeman_Labuhan-Merapi_Gih4-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> LABUHAN MERAPI PASCA ERUPSI:Iring-iringan Abdi Dalem beserta warga saat mengikutiProsesi berdo'a di Alas Bedengan saat berlangsung Labuhan Merapi untuk pertama kalinya pasca Erupsi Gunung Merapi akhir 2010 lalu, Cangkringan, Sleman (3/7/2011). HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI[/caption]

CANGKRINGAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman bakal menggelar upacara adat Labuhan Merapi 2013, di Bangsal Sri Manganti, Minggu-Senin (9-10/6) mendatang.

Pemilihan Bangsal Sri Manganti untuk ritual dikarenakan lokasi tersebut dinilai sudah kondusif dan layak digunakan.

Kepala Disbudpar Sleman, Untoro Budiharjo, Selasa (4/6/2013) mengatakan penyelenggaraan kali ini adalah kali ketiga usai erupsi tahun 2010 lalu.

Menurutnya, disamping penyelenggaraannya akan bisa lebih menarik,lokasi ritual kali ini digeser kurang lebih 1,5 kilometer dari puncak merapi.

Untoro mengatakan sebelumnya, acara Labuhan Merapi diadakan di Alas Bedengan kini akan dinaikkan ke Bangsal Sri Manganti.

Hal ini mengingat lokasi penyelenggaraan di Bangsal Sri Manganti dinilai sudah kondusif dan layak digunakan ritual seperti saat dipimpin oleh Mas Ngabehi Suraksohargo atau almarhum Mbah Marijan.

“Karena sudah mulai aman makanya kami berani mengadakan Labuhan Merapi kembali di tempat yang biasanya. Dua tahun yang lalu kami tidak berani karena memang kondisi Gunung Merapi masih labil saat itu,” jelas Untoro.