Tarif dan Rute Trans Jogja 2026 Lengkap, Cek Jalurnya
Tarif Trans Jogja 2026 mulai Rp500 hingga Rp3.500. Simak cara pembayaran dan daftar 17 rute Trans Jogja lengkap di sini.
SLEMAN-Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) langsung menindaklanjuti informasi adanya harimau Merapi yang ada di Bawukan, Balerante Klaten Jawa Tengah.
Koordinator Pengendalian Ekosistem, TNGM, Asep Nia Kurnia mengaku sudah mengirimkan tim terkait adanya informasi keberadaan tiga ekor macam di lahan milik warga. Dari hasil pemantauan TNGM melalui data warga belum bisa dipastikan bahwa tiga ekor itu adalah macan.
Asep mangatakan keberadaan sosok macan menurut tokoh warga setempat biasanya kerap muncul saat jelang Ramadan. Sehingga pihaknya tidak dapat memastikan hewan yang dilihat warga itu macan atau jenis lainnya.
"Hasil survei di lapangan, info masyarakat tidak ada temuan warga terhadap macan. Menurut tokoh masyarakat biasanya jelang Ramadan ada penampakan wujud macan jadi-jadian ke suatu tempat di Bawukan dekat Sungai Gendol," terang Asep saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (7/6).
Meski demikian, kata Asep, ia mengakui di kawasan lereng Merapi memang terdapat populasi macan meski hingga sekarang belum bisa dipastikan jumlahnya. Jika dianalisa, hewan yang dilihat warga itu bisa berupa macan atau kucing hutan.
Bedanya secara fisik macan memiliki tinggi antara 50-80 sentimeter. Sedangkan kucing hutan secara fisik lebih kecil daripada macam meski memiliki bentuk warna yang nyaris sama. “Itu bisa kucing hutan dan Macan," kata dia.
Menurutnya jika yang dilihat warga adalah benar-benar macan, kemungkinan besar termasuk dalam golongan macan peranakan. Karena biasanya hanya macan peranakan yang berani mendekati permukiman atau lahan warga.
Untuk macan yang induk seringkali enggan mendekati permukiman bahkan tergolong tidak mau bertemu dengan manusia. Selain itu bisa jadi orang yang melihat itu justru adalah pemburu.
“Semua dugaan itu bisa, kalau memang macan dugaan kami itu peranakan karena biasanya masih ngawur ke sana kemari. Kalau induk dia cenderung menjauh dari manusia," ungkap dia.
Hingga saat ini, kata dia, pantauan akan keberadaan Macan di lereng Merapi hanya sebatas jejak kaki dan informasi warga. Adapun jenisnya yakni Macan Tutul dengan ciri tutul hitam dengan dasar kuning di kulit bulunya.
Selain itu ada juga jenis Macan Kumbang dengan warna dasar hitam pada badannya dan lebih sering berada di atas pohon.
Jejak macan itu terakhir kali bisa dipantau pada akhir 2012 lalu di kawasan Plawangan, Turgo, Cangkringan Sleman. Selain itu di kawasan Gunung Bibi, Kecamatan Cepogo Boyolali. Hingga saat ini pihaknya masih terus memantau serta melindungi dari para pemburu.
Ditegaskan Asep saat erupsi Merapi memang tidak ditemukan Macan yang tewas. Hanya terdapat satu ekor kijang yang menjadi korban erupsi Merapi 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tarif Trans Jogja 2026 mulai Rp500 hingga Rp3.500. Simak cara pembayaran dan daftar 17 rute Trans Jogja lengkap di sini.
Liga Inggris musim 2026-2027 menerapkan sembilan aturan baru, mulai dari batas waktu restart hingga perluasan kewenangan VAR.
Lando Norris menegaskan McLaren menjadi alasan utama dirinya optimistis menghadapi persaingan Formula 1 pada paruh kedua musim.
Instagram meluncurkan fitur notifikasi untuk orang tua jika remaja berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.
Novo Nordisk dan AWS membangun pusat inovasi AI di London untuk mempercepat riset, pengembangan, dan penemuan obat baru.
Michael Owen memprediksi Arsenal mampu mempertahankan gelar Liga Inggris karena dinilai lebih stabil dibanding para pesaingnya.