KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026: Cek Jadwal Terbaru dan Tarif
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
SLEMAN-Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) langsung menindaklanjuti informasi adanya harimau Merapi yang ada di Bawukan, Balerante Klaten Jawa Tengah.
Koordinator Pengendalian Ekosistem, TNGM, Asep Nia Kurnia mengaku sudah mengirimkan tim terkait adanya informasi keberadaan tiga ekor macam di lahan milik warga. Dari hasil pemantauan TNGM melalui data warga belum bisa dipastikan bahwa tiga ekor itu adalah macan.
Asep mangatakan keberadaan sosok macan menurut tokoh warga setempat biasanya kerap muncul saat jelang Ramadan. Sehingga pihaknya tidak dapat memastikan hewan yang dilihat warga itu macan atau jenis lainnya.
"Hasil survei di lapangan, info masyarakat tidak ada temuan warga terhadap macan. Menurut tokoh masyarakat biasanya jelang Ramadan ada penampakan wujud macan jadi-jadian ke suatu tempat di Bawukan dekat Sungai Gendol," terang Asep saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (7/6).
Meski demikian, kata Asep, ia mengakui di kawasan lereng Merapi memang terdapat populasi macan meski hingga sekarang belum bisa dipastikan jumlahnya. Jika dianalisa, hewan yang dilihat warga itu bisa berupa macan atau kucing hutan.
Bedanya secara fisik macan memiliki tinggi antara 50-80 sentimeter. Sedangkan kucing hutan secara fisik lebih kecil daripada macam meski memiliki bentuk warna yang nyaris sama. “Itu bisa kucing hutan dan Macan," kata dia.
Menurutnya jika yang dilihat warga adalah benar-benar macan, kemungkinan besar termasuk dalam golongan macan peranakan. Karena biasanya hanya macan peranakan yang berani mendekati permukiman atau lahan warga.
Untuk macan yang induk seringkali enggan mendekati permukiman bahkan tergolong tidak mau bertemu dengan manusia. Selain itu bisa jadi orang yang melihat itu justru adalah pemburu.
“Semua dugaan itu bisa, kalau memang macan dugaan kami itu peranakan karena biasanya masih ngawur ke sana kemari. Kalau induk dia cenderung menjauh dari manusia," ungkap dia.
Hingga saat ini, kata dia, pantauan akan keberadaan Macan di lereng Merapi hanya sebatas jejak kaki dan informasi warga. Adapun jenisnya yakni Macan Tutul dengan ciri tutul hitam dengan dasar kuning di kulit bulunya.
Selain itu ada juga jenis Macan Kumbang dengan warna dasar hitam pada badannya dan lebih sering berada di atas pohon.
Jejak macan itu terakhir kali bisa dipantau pada akhir 2012 lalu di kawasan Plawangan, Turgo, Cangkringan Sleman. Selain itu di kawasan Gunung Bibi, Kecamatan Cepogo Boyolali. Hingga saat ini pihaknya masih terus memantau serta melindungi dari para pemburu.
Ditegaskan Asep saat erupsi Merapi memang tidak ditemukan Macan yang tewas. Hanya terdapat satu ekor kijang yang menjadi korban erupsi Merapi 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual