Ketua DPRD Jogja Ajak Warga Maknai Iduladha dengan Keikhlasan
Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro mengajak warga memaknai Iduladha 1447 H sebagai momentum keikhlasan dan kepedulian sosial.
SLEMAN-Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) langsung menindaklanjuti informasi adanya harimau Merapi yang ada di Bawukan, Balerante Klaten Jawa Tengah.
Koordinator Pengendalian Ekosistem, TNGM, Asep Nia Kurnia mengaku sudah mengirimkan tim terkait adanya informasi keberadaan tiga ekor macam di lahan milik warga. Dari hasil pemantauan TNGM melalui data warga belum bisa dipastikan bahwa tiga ekor itu adalah macan.
Asep mangatakan keberadaan sosok macan menurut tokoh warga setempat biasanya kerap muncul saat jelang Ramadan. Sehingga pihaknya tidak dapat memastikan hewan yang dilihat warga itu macan atau jenis lainnya.
"Hasil survei di lapangan, info masyarakat tidak ada temuan warga terhadap macan. Menurut tokoh masyarakat biasanya jelang Ramadan ada penampakan wujud macan jadi-jadian ke suatu tempat di Bawukan dekat Sungai Gendol," terang Asep saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (7/6).
Meski demikian, kata Asep, ia mengakui di kawasan lereng Merapi memang terdapat populasi macan meski hingga sekarang belum bisa dipastikan jumlahnya. Jika dianalisa, hewan yang dilihat warga itu bisa berupa macan atau kucing hutan.
Bedanya secara fisik macan memiliki tinggi antara 50-80 sentimeter. Sedangkan kucing hutan secara fisik lebih kecil daripada macam meski memiliki bentuk warna yang nyaris sama. “Itu bisa kucing hutan dan Macan," kata dia.
Menurutnya jika yang dilihat warga adalah benar-benar macan, kemungkinan besar termasuk dalam golongan macan peranakan. Karena biasanya hanya macan peranakan yang berani mendekati permukiman atau lahan warga.
Untuk macan yang induk seringkali enggan mendekati permukiman bahkan tergolong tidak mau bertemu dengan manusia. Selain itu bisa jadi orang yang melihat itu justru adalah pemburu.
“Semua dugaan itu bisa, kalau memang macan dugaan kami itu peranakan karena biasanya masih ngawur ke sana kemari. Kalau induk dia cenderung menjauh dari manusia," ungkap dia.
Hingga saat ini, kata dia, pantauan akan keberadaan Macan di lereng Merapi hanya sebatas jejak kaki dan informasi warga. Adapun jenisnya yakni Macan Tutul dengan ciri tutul hitam dengan dasar kuning di kulit bulunya.
Selain itu ada juga jenis Macan Kumbang dengan warna dasar hitam pada badannya dan lebih sering berada di atas pohon.
Jejak macan itu terakhir kali bisa dipantau pada akhir 2012 lalu di kawasan Plawangan, Turgo, Cangkringan Sleman. Selain itu di kawasan Gunung Bibi, Kecamatan Cepogo Boyolali. Hingga saat ini pihaknya masih terus memantau serta melindungi dari para pemburu.
Ditegaskan Asep saat erupsi Merapi memang tidak ditemukan Macan yang tewas. Hanya terdapat satu ekor kijang yang menjadi korban erupsi Merapi 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro mengajak warga memaknai Iduladha 1447 H sebagai momentum keikhlasan dan kepedulian sosial.
Bantul catat 26.245 hewan kurban pada Iduladha 2026. DKPP temukan kasus cacing hati, namun daging tetap aman dikonsumsi.
Trump menolak Rusia dan China kelola uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas di tengah negosiasi AS-Iran yang belum menemui titik temu.
Daftar event Jogja 29–31 Mei 2026, mulai konser musik, pameran seni, hingga event lari dan budaya. Cek jadwal lengkapnya di sini.
Sinopsis Badut Gendong, film horor terbaru semesta Qodrat. Kisah tragis berubah jadi teror. Tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026.
Jadwal lengkap 7 laga Piala Dunia 2026 di Stadion Houston. Dari fase grup hingga 16 besar, simak detailnya di sini.