PROYEK JJLS : Pemkab Bantul Siap Berikan Ganti Rugi Warga

11 Juni 2013 11:38 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

[caption id="attachment_414628" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/proyek-jjls-pemkab-bantul-siap-berikan-ganti-rugi-warga-414627/jalan-dibangun-ilustrasi-antara" rel="attachment wp-att-414628">http://images.harianjogja.com/2013/06/JALAN-DIBANGUN-ilustrasi-Antara.jpg" alt="" width="314" height="235" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

BANTUL-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan siap memberikan ganti rugi kepada warga jika hak miliknya tergusur proyek jangka panjang berupa pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS).

"Setiap tanah dan bangunan yang tergusur pembangunan JJLS tetap akan kami bayar sesuai NJOP [Nilai jual objek pajak], bahkan lahan pertanian juga dibayar sesuai hitungan biaya untuk ganti tanduran [tanaman]," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul, Heru Suhadi, Selasa (11/6).

Oleh sebab itu, kata dia warga yang tergusur pembangunan JJLS yang akan melewati kawasan selatan Bantul sepanjang sekitar 13 km itu tidak perlu khawatir, karena dipastikan ganti rugi sesuai perhitungan.

"Jangankan warga malah mengambil kesempatan dengan menaikkan harga tanah setinggi-tingginya, di beberapa lokasi memang ada yang sengaja ingin untung lebih besar, jadi selama ini rakyat masih belum bisa respon terhadap JJLS ini," katanya.

Menurut dia, setidaknya tahun ini disediakan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD Bantul dan APBD Provinsi untuk pembebasan lahan untuk JJLS, namun karena negosiasi belum ada titik temu maka dana belum digunakan.

"Sebisa mungkin kami upayakan lokasi pengembangan JJLS tidak menggusur permukiman warga, jikapun terpaksa ada ya hanya kami minimalkan sebisa mungkin, kalau bisa kami akan mengarahkan melewati Sultan Ground [tanah sultan]," katanya.

Menurut dia, proyek pemerintah pusat yang ditargetkan selesai 25 tahun sejak 2005 tersebut, kini sudah terealisasi jalur sepanjang 1,6 km dari Pandansimo-Samas, kemudian sepanjang 1,5 km dari Samas-Parangtritis yang lahan sudah dibebaskan dan siap dibangun.

"Sementara masih ada lima kilometer lahan yang harus dibebaskan, lokasi itu terdapat disepanjang ruas Kretek melewati perbukitan hingga ke titik temu dengan Kabupaten Gunung Kidul," katanya.