PERIZINAN : Tahun Ini Banyak Izin Diskotik di Sleman Yang Habis, Disbudpar Janji Lebih Selektif

12 Juni 2013 19:03 WIB Sleman Share :

[caption id="attachment_415242" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/12/perizinan-tahun-ini-banyak-izin-diskotik-di-sleman-yang-habis-disbudpar-janji-lebih-selektif-415241/kafe1" rel="attachment wp-att-415242">http://images.harianjogja.com/2013/06/kafe1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

SLEMAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman akan lebih selektif dalam merekomendasikan perpanjangan izin sejumlah diskotik di wilayahnya. Langkah itu dilakukan menyusul banyaknya diskotik yang habis izin gangguan (HO) pada tahun ini.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Disbudpar Sleman, Shavitri Nurmala Dewi meski pihaknya selektif namun masalah perizinan sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Perizinan Sleman, warga dan pemerintah setempat.

"Jika warga menolak tentu saja perpanjangan izin itu akan dipertanyakan dan dievaluasi. Untuk itu kami berharap adanya saringan dari warga tentang keberadaan tempat hiburan malam ini,” jelas Shavitri di Kantornya, Rabu (12/6/2013).

Menurut Shavitri saat ini terdapat tiga  diskotik yang habis masa berlaku HO dan memasuki masa perpanjangan. Dua diantaranya berada di Seturan, Depok dan satu di Jalan Magelang, Mlati.

“Tiga tempat izin mulai mengajukan perpanjangan izin itu. Untuk itu jika warga dimintai pendapat soal izin diskotik ini, diharapkan warga bisa lebih selektif,” jelas Shavitri.

Shavitri mengungkapkan saat ini di Sleman terdapat lima diskotik yang berdiri, yakni Liquid, Terace, Boshe, Embasy dan Obor. Untuk mengendalikan diskotik yang ada, pihaknya memastikan tidak akan mentolelir perizinan lagi. Bahkan dia telah merekomendasikan pada Bupati dan Bappeda Sleman untuk membuat zoning pendirian tempat hiburan malam ini.