Aduh, KDRT di Sleman Meningkat Tajam

13 Juni 2013 18:31 WIB Sleman Share :

[caption id="attachment_415520" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/13/aduh-kdrt-di-sleman-meningkat-tajam-415519/kdrt-ard-370x237" rel="attachment wp-att-415520">http://images.harianjogja.com/2013/06/KDRT-ard-370x237-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

SLEMAN-Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBP3A) Sleman mencatat terjadi lonjakan tajam pada pelaporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayahnya. Sepanjang 2012, badan tersebut mencatat ada 57 laporan kasus KDRT, sementara selama Januari 2013 sudah ada sebanyak 53 laporan.

Kepala Badan KBP3A Sleman Nurulhayah menyatakan prihatin dengan peningkatan angka tersebut. Apalagi, dari jumlah pelaporan terjadi peningkatan mencapai dua kali lipat.

“Namun kami masih menyelidikan kasus aduan ini. Apakah benar ada peningkatan kasus KDRT atau karena makin banyak warga Sleman yang sadar akan KDRT. Sebab dari semua aduan, sebagian besar bisa didamaikan dan merupakan pelanggara ringan,” jelas Nurulhayah di Humas Setda Sleman, Kamis (13/6/2013).

Dari total laporan di 2012, lanjut Nurulhayah, ada sekitar lima yang akhirnya masuk ke ranah hukum. Baik itu ranah hukum pidana maupun perdata yang berakibat pada perceraian. Sedangkan kasus 2013 belum ada yang masuk ke ranah hukum dan bisa diselesaikan dengan jalan damai.

“Kami konsen pada anak-anak, sebab pada 2013 ini dari 53 kasus lima diantaranya karena menelantarkan anak. Biasanya penelantaran lantaran kebutuhan ekonomi sang anak yang tidak bisa dipenuhi oleh kepala keluarganya,” jelasnya.