SPANDUK PKS DICOPOT : Tak Berizin, Satpol PP Copot Spanduk Tolak Kenaikan BBM

14 Juni 2013 13:34 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_415796" align="alignleft" width="222"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/14/spanduk-pks-dicopot-tak-berizin-satpol-pp-copot-spanduk-tolak-kenaikan-bbm-415793/spanduk-pks-paulus-tandi-bone" rel="attachment wp-att-415796">http://images.harianjogja.com/2013/06/spanduk-PKS-Paulus-Tandi-Bone-370x261.jpg" alt="" width="222" height="157" /> Foto Dokumen Spanduk Tolak Kenaikan BBM Milik PKS
JIBI/Harian Jogja/Paulus Tandi Bone[/caption]

KULONPROGO-Spanduk penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak milik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sosial (PKS) Kulonprogo dicopot Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ditemui Jumat (14/6), Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo, Brengga Dipurwa mengatakan pihaknya menggelar operasi penertiban reklame liar sepanjang jalan dari Perempatan Nagung hingga Galur. Hasilnya, puluhan spanduk dicopot paksa oleh delapan petugas.

“Spanduk-spanduk tersebut tidak berizin karena itulah kami sita sesuai Perbub No 62/2010 tentang pengelolaan penyelenggaraan reklame,” ujar Brengga.

Ia melanjutkan, di antara puluhan spanduk itu, ada juga beberapa spanduk penolakan kenaikan harga BBM oleh PKS.

Menurut Brengga pencopotan itu semata-mata karena spanduk PKS itu tidak berizin. Ia sama sekali tidak mempersoalkan isi spanduk tersebut. Ia juga mengatakan operasi tersebut semata-mata merupakan bentuk penegakkan hukum sehingga jangan disalahartikan.

“Saya tidak mempersoalkan isi spanduk itu. Sepanjang tidak berizin, kami tertibkan,” ungkap Brengga.