Advertisement

Garebeg Sawal 2026 Tanpa Gajah, Ini Penjelasan Kraton

Stefani Yulindriani Ria S. R
Jum'at, 20 Maret 2026 - 15:37 WIB
Sugeng Pranyoto
Garebeg Sawal 2026 Tanpa Gajah, Ini Penjelasan Kraton Warga berebut uba rampe dalam Garebeg Syawal di halaman Masjid Gedhe, Jumat (20/3/2026).-Stefani Yulindriani - Harian Jogja

Advertisement


Harianjogja.com, JOGJA--Pelaksanaan Garebeg Sawal 2026 di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menghadirkan wajah berbeda. Untuk pertama kalinya, gajah tidak dilibatkan dalam kirab gunungan dan pareden, menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait dengan penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.

Perwakilan Kraton, KRT Kusumanegara menuturkan pelaksanaan Garebeg Sawal 2026 menghadirkan perubahan pada rangkaian kirab.Tahun ini gajah tidak lagi dilibatkan dalam rangkaian acara. “Mulai Garebeg Sawal Dal 1959 kali ini, gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan atau kirab gunungan dan pareden,” katanya Jumat (20/3/2026).

Advertisement

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan RI tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Meski tanpa gajah, prosesi garebeg tetap berjalan kidmat. Abdi Dalem Palawija sebagai kesatuan istimewa yang terdiri dari abdi dalem dengan kondisi fisik khusus kembali hadir untuk mengiringi upacara penting tersebut.

Selain itu, dua Abdi Dalem Lurah Tledhek, yakni Citralata dan Pralata, juga turut ambil bagian dalam kirab. Keduanya mengawal iring-iringan Garebeg dengan membawa songsong bawat serta titihan klangenan dalem berupa turangga atau kuda.

Prosesi Garebeg Sawal diawali dengan persiapan bregada prajurit sejak pukul 06.30 WIB di Kompleks Kamandhungan Kidul. Selanjutnya, iring-iringan prajurit dan gunungan turun dari Siti Hinggil menuju Pagelaran Kraton sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian gunungan dari Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, dibawa oleh Kanca Abang melalui Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, hingga Pagelaran sebelum menuju Masjid Gedhe Kauman. “Setelah didoakan di Masjid Gedhe, gunungan didistribusikan ke Pura Pakualaman, sementara pareden dibawa ke Kompleks Kepatihan dan Ndalem Mangkubumen,” ujarnya.

Sebanyak 14 bregada prajurit dilibatkan dalam kirab ini. Iring-iringan diawali Prajurit Jager sebagai penjaga istana, disusul Prajurit Suranata yang mengawal Abdi Dalem Pengulon dan Kanca Kaji menuju Masjid Gedhe Kauman.

Barisan prajurit lainnya yang turut ambil bagian antara lain Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Langenastra, Nyutra, Langenkusuma, hingga Sumahatmaja.

Penanggung jawab revitalisasi busana prajurit dan abdi dalam Kraton Jogja, Nyi RP. Lukitaningrumsumekto menambahkan, tahun ini juga dilakukan pembaruan pada busana Kanca Kaji dalam upacara besar. “Untuk pangkat Wedana menggunakan sikepan hitam, sedangkan Bekel dan Wedana mengenakan jubah kehijauan,” katanya.

Sementara Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Notonegoro menegaskan inovasi dan revitalisasi terus dihadirkan dalam setiap pelaksanaan garebeg. “Hal ini sejalan dengan semangat pelestarian kebudayaan di Karaton Ngayogyakarta,” katanya.

Dalam pengawalan kirab, Bregada Surakarsa bertugas mengawal pareden menuju Ndalem Mangkubumen, sementara Bregada Bugis mengawal gunungan hingga Kepatihan. Gunungan untuk Pura Pakualaman dikawal oleh prajurit setempat, yakni Dragunder dan Plangkir.

Sebelumnya, rangkaian Garebeg Syawal telah diawali dengan prosesi Numplak Wajik di Panti Pareden, Kompleks Magangan, sebagai tahap pembuatan gunungan dengan bahan utama wajik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Komnas HAM Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Masuk Peradilan Umum

Komnas HAM Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Masuk Peradilan Umum

News
| Jum'at, 20 Maret 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement