Advertisement
LONGSOR NGLIPAR : Nglipar Longsor Lagi, 3 Luka, 6 Rumah Rusak Tertimbun
Advertisement
[caption id="attachment_418209" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/21/longsor-nglipar-nglipar-longsor-lagi-3-luka-6-rumah-rusak-tertimbun-418207/tanah-longsor-rumah-rubuh-ujang-hasanudin" rel="attachment wp-att-418209">http://images.harianjogja.com/2013/06/tanah-longsor-rumah-rubuh-ujang-hasanudin-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Rumah Tertimpa Longsor di Nglipar
JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin[/caption]
GUNUNGKIDUL-Bencana tanah longsor kembali melanda Kecamatan Nglipar, Kamis (20/6/2013) malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Enam rumah rusak dan tiga orang terluka karena tertimpa material rumah yang ambruk di tiga Dusun, yaitu Dusun Tlosari, Dusun Kaligede dan Dusun Pilanglor, Desa Pilangrejo.
Advertisement
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Tlosari. Wagino dan Istrinya Tarmi serta anaknya Vera sempat tertimbun dibawah reruntuhan. Ketiganya baru bisa dievakuasi setelah puluhan warga setempat menolongnya.
Hingga Jumat (21/6/2013) siang ketiga korban masih rawat jalan di puskesmas Nglipar.
Wagiman, tetangga korban menuturkan, sebelum kejadian hujan dengan intensitas tinggi melanda sejak sore hari. Menjelang tengah malam, tebing setinggi sekitar 10 meter diatas pemukiman rumah warga mendadak terdengan suara gemuruh, disusul tanah disertai pohon-pohon bambu roboh dan menimbun dua rumah di Dusun Tlosari.
“Semalam Pak Wagino sudah bangun pas mau menyelamatkan diri, tertimpa atap bersama istri dan anaknya,” tuturnya. Wagino, Tarmi dan Vera mengalami luka dibagian kaki dan punggung.
Mugina, Kepala Desa Pilangrejo mengatakan, kedua rumah yang ambruk merupakan warga miskin dan perlu bantuan untuk membangun kembali. Sementara dua rumah rusak ringan milik Gino Setro dan Hesti di Dusun Kaligede. Dua rumah lainnya juga rusak ringan di Dusun Pilanglor, yaitu milik Suyanto dan Suryanto.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul yang ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, kerugian akibat bencana tanah longsor tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta. “Masih kita data lagi bersama kepala Dukuh dan Kepala Desa,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




