Pelebaran Jalan di Kulonprogo Terkendala Tiang Listrik

25 Juni 2013 14:11 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_419491" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/25/pelebaran-jalan-di-kulonprogo-terkendala-tiang-listrik-419486/pelebaran-jalan-kulonprogo-mg-noviarizal" rel="attachment wp-att-419491">http://images.harianjogja.com/2013/06/pelebaran-jalan-kulonprogo-MG-NOVIARIZAL-370x233.jpg" alt="" width="370" height="233" /> Foto Waluyo,41, Ketua RT 40 Dusun Kaliagalang, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo menunjukkan tiang listrik yang terpancang di tengah jalan yang akan dilebarkan warga Selasa (25/6/2013).
JIBI/harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez[/caption]

KULONPROGO-Upaya pelebaran jalan alternatif Kaliagung Sentolo-Donomulyo Nanggulan terhambat proses pemindahan tiang listrik. Warga berharap buati segera membantu biaya pemindahan.

Ditemui Selasa (25/6/2013), Ketua RT 40 Dusun Kaligalang, Waluyo,31, menuturkan awalnya pelebaran jalan dengan spesifikasi panjang satu kilometer dan lebar empat meter itu dilakukan berdasarkan usulan warga untuk memperlancar akses. Setelah itu Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa (LPMD) melakukan kajian serta sosialisasi.

Dalam sosialisasi itu, warga kemudian sepakat merelakan sebagian lahannya dipakai sebagai badan jalan. Selain itu, warga juga secara sukarela mengumpulkan dana untuk pengerjaan jalan tersebut termasuk mendatang alat berat berupa backhoe dengan biaya sewa Rp6,8 juta serta dua buah truk pengangkut tanah uruk.

“Pengerjaan sudah berlangusung tiga bulan ini dan diikuti seluruh warga Dusun Kaligalang yang mencapai ratusan orang secara bergiliran. Tapi setelah kami bergerak, ternyata ada kendala yaitu lima buah tiang listrik yang berada persis di tengah jalan yang akan dilebarkan sehingga harus digeser minimal satu meter ke tepi jalan,” ujar Waluyo.

Ia melanjutkan, setelah mereka menanyakan ke pihak PLN Cabang Wates, biaya pemindahan tiang mencapai Rp2,5 juta per tiang. Jumlah tersebut menurut dia terlampau mahal sehingga tidak bisa ditanggung oleh warga.

Warga mengaku gundah karena saat sosialisasi dulu, pihak LPMD mengatakan persoalan tiang merupakan urusan Pemerintah Desa Kaliagung. Akan tetapi, setelah proyek pelebaran berjalan, biaya pemindahan justru dibebankan kepada masyarakat.

Mereka kemudian berupaya meminta bantuan Bupati Kulonprogo agar memberikan subsidi biaya pemindahan tiang. Oleh Bupati, mereka diarahkan untuk membuat proposal dan pihak Kecamatan Sentolo harus segera meninjau ke lokasi untuk memastikan kebenarannya.