Elpiji 3 Kg di Kulonprogo Mencapai Rp18.000, Diduga Aksi Borong

27 Juni 2013 12:49 WIB Redaksi Solopos Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_420329" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/27/elpiji-3-kg-di-kulonprogo-mencapai-rp18-000-diduga-aksi-borong-420328/gas-elpiji-3-kg-gas-habis-bisnis-indonesia-rachman-2" rel="attachment wp-att-420329">http://images.harianjogja.com/2013/06/gas-elpiji-3-kg-GAS-HABIS-Bisnis-Indonesia-Rachman.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman[/caption]

KULONPROGO-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Kulonprogo, menduga ada aksi borong yang menyebabkan harga elpiji ukuran tabung 3 kilogram (kg) melonjak mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung.

Kepala Disperindag ESDM Kulonprogo, Djunianto Marsudi Utomo, Kamis (27/6/2013), mengatakan pihaknya akan menelusuri penyebab tingginya harga eceran elpiji 3 kg.

"Kuota elpiji di Kulonprogo sebenarnya aman dan cukup. Tapi kami tidak mengetahui kenapa penjualan elpiji di sini melebih harga eceran tertinggi (HET). Kami menduga ada indikasi aksi borong elpiji oleh kelompok tertentu sehingga mendorong harganya naik," kata Djunianto.

Ia mengatakan kuota elpiji 3 kg untuk Kabupaten Kulonprogo sekitar 3.500 tabung per hari atau mencapai 16.500 tabung per bulan. Sementara HET elpiji 3 kg yang ditetapkan yakni Rp12.750 per tabung.

Jika di masyarakat harga tabung rata-rata Rp17.000 per tabung, artinya melebihi HET yang disepakati oleh pemerintah, pertamina dan Hiswana Migas.

Selain aksi borong, ia menduga, ada sistem distribusi yang perlu dicari penyebabnya. Ada dugaan, distribusi dari pihak agen ke pangkalan tidak lancar, atau pihak agen mengurangi kuota tabung yang disetor ke pangkalan.

"Kami akan menelurusi dan menerjunkan tim pengawas untuk melakukan pengecekan distribusi elpiji ke masyarakat. Supaya, pada Radamadhan dan Lebaran nanti, tidak ada kenaikan harga dan mengalami kelangkaan," kata dia.

Kepala Bidang Geologi dan Energi Disperindag ESDM Kulon Progo Taufik Prihadi mengatakan empat kecamatan yang sering mengalami disparitas harga elpiji yakni Kokap, Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh. Empat kecamatan ini harga elpijinya rata-rata diatas HET dan harga yang berkembang di masyarakat secara umum karena di wilayah ini jumlah pangkalannya sedikit.

"Faktor topografi pegunungan menjadi kendala bagi agen untuk menyalurkan elpiji ke wilayah tersebut. Agen juga memperhitungkan dari segi bisnisnya, dan menaikkan harga elpiji," kata dia.