Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
SLEMAN: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 22 Juni 2013 silam tidak mempengaruhi harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Sebab sudah banyak pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok ini.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman Slamet Riyadi mengatakan sudah mulai melakukan pengecekan harag barang kebutuhan pokok sejak Kamis (26/6/2013) silam. Mereka memfokuskan di dua pasar tradisional, yakni di Pasar Sleman dan Gamping.
“Setelah kami cek ke lapangan memang harga kebutuhan pokok akibat kenaikan BBM tidak terlalu berdampak. Sebab banyak pedagang sudah terlebih dulu menaikkan harga sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM ini,” jelas Slamet di Kantornya, Jumat (28/6/2013).
Slamet mengatakan harga sembako sejauh ini masih mengikuti mekanisme pasar. Artinya jika permintaan melonjak maka harga juga ikut naik. Itupun jika tidak diimbangi dengan stok barang yang cukup.
“Jika stok barang cukup dan permintaan biasa saja, harga juga akan stabil seperti sekarang. Nah kami berputar-putar ini guna melihat apakah barang masih tersedia, jika tidak tentu akan kami antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga,” imbuh Slamet.
Berdasar pantauan, harga beras IR 64 rata-rata kisaran Rp7.500 per kilogram (kg), gula pasir Rp11.000 – Rp11.500 per kg dan minyak goreng Rp10.500 per liter. Sementara harga ayam potong Rp28.000 per kg dan telur Rp18.500 – Rp19.000 per kg.
Sedangkan cabai rawit, sebelum maupun sesudah kenaikan BBM, harganya hampir sama, yakni Rp35.000 per kg dan cabai keriting merah Rp24.000 per kg. Adapun bawang merah dan bawang putih, masing-masing Rp28.000 per kg dan Rp21.000 per kg.
Komoditi daging sapi kualitas terbaik juga stabil di kisaran Rp90.000 – Rp92.000 per kg yang kualitas terbaik. Sedang kualitas di bawahnya rata-rata Rp75.000 per kg.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Sleman, Hastana, 42 mengaku, sudah menaikkan harga sembako sebelum pengumuman keputusan kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Hal ini dilakukan agar pihaknya masih bisa memutar uang modalnya untuk mengambil barang.
“Kalau tidak dinaikkan, saat naik kami akan kekurangan modal. Makanya kami menaikkan dulu harganya namun tidak terlalu tinggi dan agar permintaan masih tetap stabil. Dan hal ini juga sudah menjadi kebiasaan,” ujar Hastana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.