Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
SLEMAN: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 22 Juni 2013 silam tidak mempengaruhi harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Sebab sudah banyak pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok ini.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman Slamet Riyadi mengatakan sudah mulai melakukan pengecekan harag barang kebutuhan pokok sejak Kamis (26/6/2013) silam. Mereka memfokuskan di dua pasar tradisional, yakni di Pasar Sleman dan Gamping.
“Setelah kami cek ke lapangan memang harga kebutuhan pokok akibat kenaikan BBM tidak terlalu berdampak. Sebab banyak pedagang sudah terlebih dulu menaikkan harga sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM ini,” jelas Slamet di Kantornya, Jumat (28/6/2013).
Slamet mengatakan harga sembako sejauh ini masih mengikuti mekanisme pasar. Artinya jika permintaan melonjak maka harga juga ikut naik. Itupun jika tidak diimbangi dengan stok barang yang cukup.
“Jika stok barang cukup dan permintaan biasa saja, harga juga akan stabil seperti sekarang. Nah kami berputar-putar ini guna melihat apakah barang masih tersedia, jika tidak tentu akan kami antisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga,” imbuh Slamet.
Berdasar pantauan, harga beras IR 64 rata-rata kisaran Rp7.500 per kilogram (kg), gula pasir Rp11.000 – Rp11.500 per kg dan minyak goreng Rp10.500 per liter. Sementara harga ayam potong Rp28.000 per kg dan telur Rp18.500 – Rp19.000 per kg.
Sedangkan cabai rawit, sebelum maupun sesudah kenaikan BBM, harganya hampir sama, yakni Rp35.000 per kg dan cabai keriting merah Rp24.000 per kg. Adapun bawang merah dan bawang putih, masing-masing Rp28.000 per kg dan Rp21.000 per kg.
Komoditi daging sapi kualitas terbaik juga stabil di kisaran Rp90.000 – Rp92.000 per kg yang kualitas terbaik. Sedang kualitas di bawahnya rata-rata Rp75.000 per kg.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Sleman, Hastana, 42 mengaku, sudah menaikkan harga sembako sebelum pengumuman keputusan kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Hal ini dilakukan agar pihaknya masih bisa memutar uang modalnya untuk mengambil barang.
“Kalau tidak dinaikkan, saat naik kami akan kekurangan modal. Makanya kami menaikkan dulu harganya namun tidak terlalu tinggi dan agar permintaan masih tetap stabil. Dan hal ini juga sudah menjadi kebiasaan,” ujar Hastana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.