PASAR SENI SENTOLO : Yuk ke Pasar Seni Sentolo, Ada Kerajinan Hingga Kuliner Lokal Lho

JIBI/Desi SuryantoSejumlah kios pada Pasar Seni dan Kerajinan Kulonprogo di jalan Wates, Sentolo, Kulonprogo, DI. Yogyakarta tidak buka dan mangkrak seperti terlihat pada Rabu (17/04 - 2013). Sepinya tingkat kunjungan wisatwan maupun warga yang hendak berbelaja kerajinan membuat kebanyakan kios menutup tempat usahanya, hanya terdapat sekitar empat kios saja yang buka setiap harinya. Para pemilik usaha ditempat tersebut berharap pemerintah memperbanyak promosi pusat seni dan kerajinan itu.
29 Juni 2013 06:30 WIB Kulonprogo Share :

http://www.harianjogja.com/?attachment_id=420770" rel="attachment wp-att-420770">http://images.harianjogja.com/2013/06/Pasar-Seni-Sentolo-Desi-Suryanto1.jpg" alt="" />KULONPROGO-Setelah sempat terkatung-katung beberapa waktu lamanya, pemerintah Kabupaten Kulonprogo akhirnya meresmikan Pasar Seni Sentolo, Jumat (28/6/2013). Untuk melindungi potensi produk lokal, Pemkab melarang produk impor bisa hadir di pasar itu.

Camat Sentolo, Aspiyah, di era 1980-an kios seni ini sudah dirintis namun perkembangannya belum begitu pesat. Pada 2008 silam sudah terbentuk Koperasi Tugu Binangun dan mulai diramaikan untuk pusat kerajinan bagi wisatawan, namun belum memuaskan hasilnya. Saat ini Koperasi Tugu Binangun bisa mengampu 500 pengrajin.

Harapannya ke depan pasar seni ini bisa berkembang lebih baik lagi, apalagi pemkab sudah memfasilitasi dengan membangun tujuh kios, diiringi dengan swadaya oleh pengrajin dengan membangun sembilan kios, sehingga total semuanya ada 24 unit, termasuk 1 unit musala dan informasi, dan 22 kios penjualan.

Aspiyah menjelaskan bahwa ada tiga jenis usaha dilakukan di pasar ini, yaitu usaha yang menampilkan antara 70-80% adalah kerajinan asli Kulonprogo, kerajinan dari luar Kulonprogo antara 20-30%, dan kuliner.
Dalam memasarkan produknya, perajin memiliki motto yaitu 3T (Terbaik, Terlengkap, Termurah). Ke depan, karena di belakang pasar seni masih ada 1700 meter persegi maka tanah bisa dimanfaatkan lagi untuk perkembangan pasar seni.

"Untuk memaksimalkannya lagi, mohon diberi drainase di tempat parkir, karena kalau hujan airnya menggenang. Pasar ini juga perlu lampu penerangan, karena kondisinya gelap sehingga tidak bisa terlihat dengan baik dari jalan, termasuk papan nama yang jelas dan gerbang," ujar Aspiyah.