Advertisement

Seleksi Perangkat Desa Gagal Hasilkan Aparat yang Berkompeten

Rabu, 17 Juli 2013 - 14:42 WIB
Nina Atmasari
Seleksi Perangkat Desa Gagal Hasilkan Aparat yang Berkompeten

Advertisement

[caption id="attachment_427069" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/17/seleksi-perangkat-desa-gagal-hasilkan-aparat-yang-berkompeten-427064/perangkat-desa-demo-di-jakarta-rahmatullah" rel="attachment wp-att-427069">http://images.harianjogja.com/2013/07/perangkat-desa-demo-di-jakarta-rahmatullah-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> JIBI/Harian Jogja/Rahmatullah
Ilustrasi perangkat desa demonstrasi di Gedung MPR[/caption]

Harian Jogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo ternyata belum puas terhadap kemampuan dan kinerja para perangkat desa (Perdes) yang tersebar di wilayah setempat.

Advertisement

Dari 88 desa di Kota Binangun, Pemkab menilai kemampuan Perdes belum sesuai standar sehingga kinerjanya belum maksimal.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan ada yang salah dalam mekanisme perekrutan Perdes selama ini. Imbasnya panitia seleksi gagal menjaring kandidat yang benar-benar punya kompetensi dalam bidang pemerintahan desa.

Parahnya, kandidat yang terpilih dari proses seleksi tidak sedikit yang belum mengetahui kapasitas dan tanggung jawab pekerjaan yang dia emban.

"Untuk itulah kami tekankan perlunya menggalang kerjasama tim independent dari perguruan tinggi (PT) pada saat proses seleksi Perdes. Selama ini Pemkab sudah melakukan imbauan agar Pemdes merangkul PT dalam kaitannya dengan proses seleksi tapi ternyata kurang berjalan maksimal," ujar Hasto, Selasa (17/7/2013).

Hasto memberikan gambaran pada proses seleksi Perdes di Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah beberapa waktu lalu. Sesuai dengan imbauan Pemkab, panitia dianjurkan untuk meggalang kerjasama dengan perguruan tinggi, namun anjuran itu diabaikan.

Pada saat itu panitia seleksi di Jatirejo memilih melakukan seleksi mandiri meski tidak memiliki kompetensi untuk menyaring kandidat yang punya kemampuan sesuai yang diharapkan.

Hasto mengkhawatirkan seleksi mandiri oleh Pemdes justru rawan terjadi praktik suap dan nepotisme meski bisa memangkas anggaran.

"Karena hanya hanya diabaikan terus maka nantinya kami akan mengubah anjuran itu menjadi peraturan bupati (Perbup). Jadi segala proses seleksi haru melibatkan perguruan tinggi sehingga kami harapkan bisa menjaring kandidat yang punya kompetensi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement