Advertisement

Kejaksaan Agung Geledah Sebuah Rumah di Banguntapan

Kamis, 18 Juli 2013 - 13:39 WIB
Nina Atmasari
Kejaksaan Agung Geledah Sebuah Rumah di Banguntapan

Advertisement

[caption id="attachment_427532" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/18/kejaksaan-agung-geledah-sebuah-rumah-di-banguntapan-427530/korupsi-ilustrasi-2-antara-2" rel="attachment wp-att-427532">http://images.harianjogja.com/2013/07/KORUPSI-ilustrasi-2-antara-370x292.jpg" alt="" width="370" height="292" /> JIBI/Harian Jogja/Antara
Ilustrasi korupsi[/caption]

Harian Jogja.com, BANTUL—Satuan Petugas Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor PT Hidayah Nur Wahana (HNW) pemenang lelang tender pengadaan bibit tanaman Kementerian Pertanian Tahun 2012 senilai Rp200 miliar di Banguntapan, Bantul , Rabu (17/7/2013).

Advertisement

Dalam kasus tersebut, Kejagung telah menetapkan pejabat berinisial S berstatus tersangka pada Juli lalu dan kini masih terus dikembangkan.

Proses penggeledahan di Perum Griya Mutiara Blok A Baturetno, Banguntapan itu berlangsung dari pagi hingga sore. Kejaksaan menyita sejumlah data-data dokumen bukti tender pengadaan tahun 2012 seperti berkas, rekapan lelang dalam komputer, serta laporan keuangan tender.

Ketua tim penyidik Kejagung Adi Nuryadi Sucipto menjelasan penggeledahan kantor dan rumah Sutrisno itu sebagai upaya pengumpulan bukti.

Ia mengatakan dalam lelang tender pengadaan bibit di Kementerian Pertanian pada 2012, PT HNW diduga hanya merealisasikan 63% dari anggaran belanja bibit tanaman bersumber dari APBN.

Dia mencontohkan seperti untuk wilayah Aceh, PT ini diduga kuat hanya merelisasikan delapan ton bibit tanaman jati dari seharusnya sebesar 200 ton. Dari data awal tersebut Kejagung menduga kuat pengadaan barang oleh PT HNW berpotensi kuat merugikan keuangan negara.

Purwanto salah satu tokoh warga perumahan yang tinggal tak jauh dari kantor PT HNW, menilai memang ada peningkatan ekonomi cukup tajam dari Sutrisno yang diketahui warga asal Pekalongan itu.

Sejak rumahnya menjadi kantor perusahaan pengadaan barang dan jasa, perekonomian Sutrisno tampak kian mapan. Warga lebih mengenal Sutrisno sebagai kader PKS karena adanya banyak logo partai itu yang terpampang di rumahnya.

Tidak selang lama tinggal dan adaptasi dengan masyarakat sekitar Sutrisno yang diawalnya tinggal di rumah tipe 36, membeli rumah lebih luas di kompleks yang sama bernilai Rp1 miliar. “Malah sekarang rumahnya punya kolam renang,” celetuk Purwanto yang juga sesepuh perumahan tersebut.

Samsudin warga setempat juga kagum pada perubahan pesat Sutrisno. Semula Sutrisno tidak memiliki mobil, namun dalam kurun waktu singkat langsung punya tiga mobil yakni Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero dan Honda jazz.

Sejak mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu, kantor HNW mulai berangsur sepi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes Ukraina Apresiasi Proposal Perdamaian dari Prabowo

News
| Senin, 11 Desember 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement