HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Peluncuran MyPertamina UCollect (Used Cooking Oil Collection) Box dilakukan bersamaan dengan peresmian Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Masjid Jogokariyan, Rabu (18/2/2026). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan MyPertamina UCollect (Used Cooking Oil Collection) Box di 10 titik wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Program ini menggandeng PT Noovoleum Indonesia Investama sebagai mitra pengumpulan minyak jelantah. Melalui UCollect, masyarakat dapat menukarkan minyak jelantah menjadi saldo Rupiah yang terhubung dengan aplikasi MyPertamina, dengan nilai mulai dari Rp5.500 per liter.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab.
“Melanjutkan success story di Semarang, kami menghadirkan UCollect di Yogyakarta sebagai langkah nyata mendorong pengelolaan limbah jelantah yang ramah lingkungan sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, program UCollect di Semarang telah berjalan selama enam bulan dengan total minyak jelantah terkumpul mencapai 143.545 liter. Dari jumlah tersebut, nilai konversi rupiah yang dihasilkan mencapai sekitar Rp796 juta.
Peluncuran MyPertamina UCollect Box di Yogyakarta dilakukan serentak di 10 lokasi, meliputi sejumlah SPBU, area masjid, serta kawasan strategis di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk, kedekatan dengan pasar dan restoran, serta kemudahan akses masyarakat.
“Harapannya, fasilitas ini dapat menjangkau masyarakat dari berbagai penjuru Yogyakarta dan mendorong kebiasaan pengelolaan limbah jelantah yang lebih baik,” tambah Taufiq.
Masyarakat dapat mengikuti program ini dengan langkah sederhana melalui aplikasi MyPertamina. Pengguna cukup memilih menu Sustainability Corner, klik opsi ubah minyak jelantah jadi rupiah, memindai barcode, lalu memasukkan minyak jelantah ke dalam UCollect Box. Mesin akan menghitung volume secara otomatis dan saldo langsung masuk ke akun MyPertamina.
“Dengan mekanisme digital, proses penukaran menjadi lebih praktis, transparan, dan tercatat secara sistem,” ujarnya.
Salah satu pengguna UCollect, Ricca Pricillia (31), warga Jogokariyan yang juga pedagang di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, mengaku terbantu dengan fasilitas tersebut.
“Biasanya minyak bekas hanya dibuang. Sekarang bisa ditukar jadi Rupiah. Prosesnya mudah dan lebih ramah lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Palangka Raya memperpanjang status darurat karhutla hingga 9 November 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan terdampak kabut asap.
Paus Leo XIV kembali tampil di Vatikan setelah operasi paru-paru. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru.
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Rusia mendukung upaya negara GCC mencegah perang di Timur Tengah. Sergey Lavrov mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi elektabilitas cawapres 2029 dengan 21%, mengungguli Gibran.