MUSIM KEMARAU : 10 Kecamatan di Gunungkidul Rawan Kekeringan

01 September 2013 20:40 WIB Redaksi Solopos Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_443228" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=443228" rel="attachment wp-att-443228">http://images.harianjogja.com/2013/09/dropping-air-Bisnis-Indonesia.jpg" alt="" width="450" height="299" /> Ilustrasi dropping air bersih[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 10 kecamatan di Gunungkidul rawan kekeringan pada musim kemarau.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warno Widi Nugroho mengatakan, rencananya, distribusi air bersih akan dimulai pada Senin, 2 September 2013 kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan.

Ia mengatakan ada 10 kecamatan yang rawan kekeringan dan segera akan didroping air bersih yakni Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Paliyan, Panggang,Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Purwosari, Girisubo, Rongkop, Patuk, dan Gedangsari.

Menurut dia, 10 kecamatan ini setiap tahunnya dapat dipastikan mengalami kekurangan air besih. Masyarakat di kecamatan ini sudah mulai kekurangan air bersih sejak akhir Juli 2013.

"Kecamatan yang sudah memiliki kendaraan tangki air sendiri akan mengoperasikan kendaraannya sendiri untuk melakukan droping air bersih," kata dia, Minggu (1/9/2013).

Dia mengatakan, di Kecamatan Tanjungsari sudah mulai melakukan droping air bersih ke rumah- rumah warga. Sementara untuk sembilan kecamatan yang belum memiliki kendaraan tangki air, masih menunggu dari Dinsosnakertrans.

Untuk bisa memperoleh bantuan air bersih ini, warga harus membuat surat permohonan yang diajukan melalui desa. Kemudian ditujukan kepada pemerintah kabupaten untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan dropping air bersih.