Advertisement
TANAH KRATON NGAYOGYAKARTA : Inventarisasi Tanah Bisa 3 Tahun
Advertisement
[caption id="attachment_444926" align="alignleft" width="389"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/06/tanah-kraton-ngayogyakarta-inventarisasi-tanah-bisa-3-tahun-444924/keraton-yogyakarta-antara-9" rel="attachment wp-att-444926">http://images.harianjogja.com/2013/09/keraton-yogyakarta-ANTARA1.jpg" alt="" width="389" height="271" /> Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) DIY Arie Yuwirin mengatakan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/06/tanah-kraton-ngayogyakarta-data-tanah-kraton-masih-mentah-444916" target="_blank">inventarisasi dan proses sertifikasi Sultan Ground dan Pakualam Ground diprediksi baru bisa selesai paling cepat tiga tahun.
Advertisement
Waktu tiga tahun itu dimungkinkan hanya bila dana yang dicairkan tiap tahunnya dianggarkan untuk 2.000 bidang tanah.
Sekarang ini, BPN mencatat SG dan PAG ada sebanyak 6.283 persil. Sebanyak 1.160 bidang di antaranya telah diukur secara kadasteral dengan luasan sekitar 47,4 hektare.
Rinciannya, 230 di Bantul, 198 di Kulonprogo, dan 732 di Gunungkidul. Adapun, 1.485 bidang di Sleman belum diukur. Ini merupakan hasil pemetaan pada 2005.
Arie mengatakan, inventarisasi dan sertifikasi itu akan dilakukan secara bertahap menggunakan dana keistimewaan 2013 sebesar Rp2 miliar yang sedianya turun pada anggaran perubahan.
Adapun anggaran sertifikasi SG hanya dialokasikan Rp800 juta. “Sertifikasi dilakukan pada SG yang sudah pasti yakni tanah keprabon di kota. Ada 75 bidang, seperti Kraton, Alun- alun, kantor pemerintahan, dan lain- lain,” ujarnya, Kamis (5/9/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DPR RI Soroti Dugaan Kendala Teknis Pesawat ATR Hilang Kontak
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Jembatan Kewek Ditargetkan Mulai April 2026
- Renovasi Mandala Krida Masih Tertahan, Pemda DIY Fokus Kajian 2026
- TPA Piyungan Ditutup, Pemkot Jogja Dorong Warga Olah Sampah dari Rumah
- Sleman Siapkan Embung di Wonokerto Jadi Penyangga Air Lereng Merapi
- Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD
Advertisement
Advertisement



