Masyarakat Diminta Hati-Hati Perlakukan Uang

10 September 2013 12:27 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_446064" align="alignleft" width="448"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/masyarakat-diminta-hati-hati-perlakukan-uang-446063/uang-rupiah-ditangan-reuters-19" rel="attachment wp-att-446064">http://images.harianjogja.com/2013/09/uang-RUPIAH-ditangan-REUTERS1.jpg" alt="" width="448" height="307" /> Iluatrasi uang (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY meminta masyarakat berhati-hati dalam memperlakukan uang, karena biaya produksi uang tidak murah.

Manager Operasional Kas Kantor Perwakilan BI DIY Suyatno mengatakan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/lusuh-uang-rp14-triliun-dimusnahkan-446050">jumlah uang yang tidak layak edar di DIY tergolong tinggi. Menurut dia, uang menjadi tidak layak karena sudah lusuh akibat sudah beredar terlalu lama.

Selain itu, cara memperlakukan uang seperti menyimpan uang dengan cara melipat atau meremas uang membuat uang cepat rusak. "Padahal biaya produksi untuk membuat uang tersebut tidaklah murah," katanya, belum lama ini.

Selain biaya produksi, biaya distribusi setelah uang-uang baru tersebut dibuat juga cukup tinggi. Menurut dia, biaya produksi dan distribusi uang baru bahkan bisa mencapai triliunan rupiah.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memperlakukan uang terutama uang kertas. Dia menambahkan, pihak KPBI pun telah mengurangi kadar kelusuhan uang, agar uang tersebut bisa beredar lebih lama dan mengurangi produksi.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih hati-hati dalam menggunakan uang kertas, misalnya tidak melipatnya," kata dia.