PEMBUNUHAN GAMPING : Riyanto dan Didi Berkelahi sampai Mati di Tempat Sepi

24 September 2013 03:06 WIB Sunartono Sleman Share :

[caption id="attachment_450395" align="alignleft" width="478"]http://images.solopos.com/2013/09/Rawan-Kriminalitas.jpg">Ilustrasihttp://images.solopos.com/2013/09/Rawan-Kriminalitas.jpg" width="478" height="345" /> Ilustrasi[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN-http://www.solopos.com/2013/09/22/pembunuhan-gamping-polres-kulonprogo-limpahkan-berkas-ke-polres-sleman-450066" target="_blank">Riyanto, 37, warga Majenang, Cilacap, mengaku sengaja membunuh Didi, 30, demi harga diri. Pasalnya, istrinya Purwanti, 30, dan anaknya dibawa kabur korban.

Saat ditemui di Mapolres Sleman, Riyanto mengaku sakit hati dengan tingkah Didi. Selain menyelingkuhi, korban juga membawa kabur istri bersama anaknya berumur enam tahun.

Bahkan, lanjut dia, dalam keterangan diperoleh dari rekan pelaku, istri dan anaknya itu kerap disuruh bekerja mengamen di Jakarta kemudian hasilnya diminta oleh korban.

Riyanto sebenarnya sudah berusaha merelakan kepergian istrinya. Tetapi satu permintaan yang diinginkan yakni bertemu dengan istri terutama anaknya meski hanya sekali. Bertanya dari satu teman ke lainnya, Riyanto akhirnya mencari korban dan diketahui tengah mengamen di Jogja.

"Awalnya dia [korban] tidak mengakui bahkan malah menuduh istri saya membawa kabur uangnya. Tapi itu tidak mungkin karena saya tahu sifat istri saya. Tetapi setelah saya pegang, dia mengakui," ungkap Riyanto.

Ia mengaku, sempat berkomunikasi dengan korban dan meminta untuk membantu agar bisa dipertemukan dengan istri serta anaknya. Namun korban justru berbelit-belit. "Saya sempat akan pinjam motornya untuk mencari anak dan istri saya yang dilarikan. Tapi dia malah nantang sambil bertanya mau saya bagaimana. Saya sanggupi tantangannya, berkelahi sampai mati cari yang sepi," ujar dia.

Demi ingin bertemu anak istri dan harga diri keluarga, kata dia, tantangan korban pun diterima. Riyanto sepakat untuk bertarung dengan korban sampai titik darah penghabisan. "Kemudian kita berdua mencari tempat sepi untuk bertengkar di sekitar sungai [Bedog], demi keluarga saya terima tantangannya," imbuh dia.

Pada awal pertengkaran, keduanya masih menggunakan tangan kosong. Tetapi Riyanto mendapati kapak milik petani setempat yang tertinggal. Akhirnya diambil sebagai senjata. Ia pun menghabisi nyawa korban dengan kapak tersebut. Kemudian menutupi mayat korban dengan koran dan pasir serta membawa kabur motornya ke arah Wates, Kulonprogo.

Mayat korban ditemukan di pinggiran Sungai Bedog, Pelem Gurih, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (21/9) lalu. Sedangkan Riyanto tertangkap Satlantas Polres Kulonprogo saat melintas menggunakan Motor Honda Vario B 3170 MCO di Pos Kalinongko Wates Kulonprogo.