PEMILU 2014 : Banyak Mahasiswa Jogja Belum Masuk DPT

28 September 2013 07:00 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Panitia Pengawas Pemilu Kota Jogja masih menemukan banyak mahasiswa asal luar daerah yang belum masuk sebagai pemilih dalam daftar pemilih tetap.

"Saat melakukan sosialisasi mengenai Pemilu 2014, beberapa waktu lalu, masih ada masukan dari mahasiswa asal luar daerah yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT)," kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jogja, Agus Triyatno, Jumat (27/9/2103).

Menurut dia, pihaknya belum melakukan pendataan dengan lebih terperinci mengenai jumlah mahasiswa asal luar daerah yang ingin memanfaatkan hak pilihnya di Kota Yogyakarta saat Pemilu tahun depan.

"Banyak mahasiswa asal luar daerah yang ingin menggunakan hak pilihnya di Kota Jogja, karena tidak memungkinkan apabila pulang kampung satu hari hanya untuk menggunakan hak suaranya," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, banyak mahasiwa asal luar daerah yang memutuskan untuk menggunakan hak pilihnya di Kota Jogja pada Pemilu 2014.

Agus menambahkan, belum masuknya mahasiswa asal luar daerah dalam DPT dimungkinkan terjadi, karena saat pendataan oleh petugas pemutakhiran daftar pemilih, mahasiswa yang bersangkutan tidak berada di asrama mahasiswa daerah.

"Kami akan segera meminta identitas mahasiswa asal luar daerah yang belum terdata untuk disampaikan ke KPU agar segera ditindaklanjuti," katanya.

Kota Jogja dan empat kabupaten lain di Provinsi DIY telah menetapkan DPT secara serentak pada 13 September lalu.

Jumlah DPT yang ditetapkan KPU Kota Jogja adalah 305.730 pemilih, KPU Kabupaten Sleman 782.565 pemilih, KPU Kabupaten Kulonprogo 36.499 pemilih, KPU Kabupaten Gunungkidul 596.869 pemilih, dan KPU Kabupaten Bantul 721.870 pemilih.

Namun, DPT yang telah ditetapkan pada pertengahan bulan itu akan ditetapkan ulang pada pertengahan Oktober nanti, sesuai permintaan pusat.

"Akan kami cermati lagi DPT yang sudah ditetapkan untuk kemudian ditetapkan ulang pada pertengahan Oktober," kata anggota KPU Kota Jogja Wawan Budiyanto.

Sedangkan Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib mengatakan seluruh peserta pemilu sebaiknya ikut mencermati DPT, karena DPT yang tidak valid juga akan merugikan peserta pemilu itu sendiri.

"DPT yang tidak valid bisa disalahgunakan, misalnya untuk manipulasi suara. DPT memang tidak sepenuhnya bisa valid, namun kami berupaya untuk memastikan seminimal mungkin kesalahan," katanya.