DPRD Gunungkidul Kaget ada Pengadaan Mobil Bupati

29 September 2013 14:33 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengaku kaget dengan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/29/gunungkidul-anggarkan-rp6-miliar-untuk-mobil-pejabat-451941">pengadaan mobil bupati yang tertera dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2013.

Menurutnya, dalam rapat APBD Perubahan 2013 beberapa waktu lalu, hanya menyetujui pengadaan kendaraan untuk 18 camat dan empat truk.

Politisi Partai Golkar ini mengaku kaget mengetahui pengadaan kendaraan bupati. “Terus terang saya kaget. Tidak hanya saya yang tidak tahu, banyak ketua komisi, ketua fraksi di DPRD yang tidak tahu soal kendaraan dinas Bupati karena memang dalam rapat APBD Perubahan 2013 hanya 18 camat yang disetujui,” ujarnya.

Heri menduga keputusan mobil dinas Bupati muncul di luar rapat karena memang ada anggaran yang tersisa untuk dibelanjakan. Sisa anggaran tersebut memang kurang efektif digunakan untuk pembangunan dalam sisa waktu yang tingga tiga bulan.

“Kalau tidak efektif untuk pelayanan publik seharusnya bisa dimasukan ke Silpa [Sisa Lebih Penggunaan Anggaran] dalam APBD 2014,” tegasnya.

Mengingat pengadaan mobil dinas Bupati tidak muncul dalam rapat APBD Perubahan 2013, Heri menyarankan Badingah untuk mengirim surat kepada Gubernur DIY agar menunda atau membatalkan belanja kendaraan dinas mengingat Toyota Fortuner 2012 masih layak pakai.

Ketidaktahuan Dewan soal pengadaan kendaraan dinas bupati ini dibantah Hermawan, Kepala Bidang Anggaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) Gunungkidul.

Menurut dia, pengadaan kendaraan dinas sudah atas persetujuan rapat DPRD. “Yang tidak mengetahui mungkin anggota Dewan yang tidak hadir,” tukasnya.