PEMILU 2014 : KPU Bantul Segera Tetapkan Lagi DPT

08 Oktober 2013 14:58 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan kembali menetapkan daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2014, setelah sebelumnya ditetapkan pada 13 September 2013 lalu.

"Kami telah mendapatkan surat dari KPU RI, untuk kemudian diperintahkan meninjau ulang daftar pemilih tetap [DPT] sampai 12 Oktober, dan selanjutnya ditetapkan kembali," kata anggota KPU Bantul Nuruddin Latif di Bantul, Selasa (8/10/2013).

Untuk itu, pihaknya masih melakukan koordinasi di tingkat internal, baik bersama panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan panitia pemungutan (PPS) di tingkat desa untuk penetapan kembali DPT pada 13 Oktober nanti.

"Untuk validitas data kami juga berkoordinasi dengan Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Bantul, termasuk melakukan 'sharing' terkait dengan pendataan pemilih, karena yang dilakukan seperti pendataan penduduk," katanya.

Menurut dia, diharapkan hasil koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait tersebut dapat ditemukan solusi jika ada permasalahan, sehingga nantinya DPT yang ditetapkan dapat optimal validitasnya.

Ia mengatakan DPT Pemilu 2014 yang ditetapkan KPU September lalu sebanyak 721.870 orang yang terdiri dari laki-laki 350.765 orang dan perempuan 371.105 orang, sementara daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang berasal dari Disdukcapil berjumlah 716.356 orang.

"Di antaranya kami mencoba mengkomparasi angka DPT yang ditetapkan pada 13 September lalu itu apakah rasional jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bantul yang masuk dalam DP4 di Disdukcapil," katanya.

Meski begitu, kata dia dari hasil koordinasi sementara dengan Disdukcapil tersebut bahwa angka DPT yang sebelumnya ditetapkan itu dinilai rasional karena KPU juga mendata pemilih domisili selain mendata penduduk Bantul.

Ditanya mengenai apakah ada perubahan jumlah saat penetapan DPT kembali pada 13 Oktober nanti, ia mengatakan ada kecenderungan mengalami penurunan angka mengingat kemungkinan besar masih terdapat data pemilih ganda.

"Ada kecenderungan pada penurunan angka DPT, karena ini berkaitan dengan masih adanya beberapa pemilih yang tercatat ganda, selain itu kemungkinan besar dalam kurun waktu sebulan itu ada warga yang meninggal dunia," katanya.